Presiden : Indonesia Salurkan Bantuan untuk Myanmar

Penduduk Rohingya mengungsi ke Teknaf, Bangladesh, 1/9/2017 (Mohammad Ponir Hossain / Reuters)

Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia sudah menyalurkan sejumlah bantuan untuk meringankan beban rakyat Myanmar khususnya di negara bagian Rakhine.

“Untuk penanganan kemanusiaan akibat konflik tersebut, pemerintah sudah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan pada bulan Januari dan Februari 2017 sebanyak 10 kontainer,” ujar Presiden Joko Widodo, Minggu 3-9-2017 di Istana Merdeka Jakarta.

Presiden menyampaikan pernyataan resmi didampingi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

“(Indonesia) juga sudah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober 2017 yang akan datang, di Rakhine State,” ujar Presiden Joko Widodo.

Dua sekolah yang diresmikan pada Januari 2017 itu terletak di Desa La Ma Chae dan Desa Thet Kay Pyia Ywar Ma. Sekolah dibangun dari hasil sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia yang dikoordinir oleh Pos Keadilan Peduli Ummah (PKPU), salah satu anggota Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia (ALKI) yang aktif memberikan bantuan kemanusiaan di Myanmar.

“Indonesia juga sudah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik. Sekali lagi kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan,” tegas Presiden. Presiden juga menugaskan Menlu Retno Marsudi untuk datang ke Bangladesh, perbatasan Myanmar.

“Saya juga menugaskan menlu untuk terbang ke Dhaka di Bangladesh dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan,” tambah Presiden Joko Widodo.

Kekerasan Meningkat

Hampir 400 orang telah meninggal dalam pertempuran yang melanda bagian barat laut Myanmar selama sepekan, demikian data resmi yang baru, dilansir Reuters, 1/9/2017.

Angka tersebut dimuat di halaman Facebook resmi militer, dan menjadikan peningkatan tajam pada jumlah korban yang dilaporkan sebelumnya mencapai lebih dari 100. Pernyataan itu mengatakan bahwa 29 dari 399 orang tewas adalah gerilyawan.

Sekitar 38.000 orang Rohingya telah melintas ke Bangladesh dari Myanmar, sumber-sumber di PBB mengatakan, sepekan setelah para pejuang Rohingya menyerang pos-pos polisi dan sebuah pangkalan tentara di negara bagian Rakhine, yang mendorong bentrokan-bentrokan dan ofensif balasan oleh militer. Antara/Reuters.

Sharing

Tinggalkan komentar