PBB: Kasihanilah Rakyat Yaman. 5000 Telah Tewas Terbunuh

Bom dari pesawat yang jatuh di kota Taiz, Yaman (Reuters)

Jenewa – Lebih dari 5.000 warga sipil tewas dalam konflik di Yaman sejak Maret 2015 dan kelompok Al-Qaida sudah memperluas “operasi” ke Kota Taizz di bagian barat-daya negeri itu, kata Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Pelanggaran hak asasi manusia dan pelecehan terus berkecamuk di Yaman. Warga sipil sangat menderita akibat “bencana yang sepenuhnya buatan manusia”, ujar badan PBB itu, 5-9-2017.

Sampai 30 Agustus 2017, tidak kurang dari 5.144 orang warga sipil tercatat telah tewas dan lebih dari 8.749 orang lagi luka-luka, kata laporan organisasi tersebut.

Perang saudara di Yaman, negara Arab paling miskin, meletus pada Maret 2015 antara dua faksi yang mengaku sebagai “pemerintah Yaman”, bersama sekutu dan penyokong mereka yang melibatkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi, yang memerangi gerilyawan Al-Houthi.

Pelaku lain bersenjata “terus menggunakan keadaan tidak aman yang terjadi di Yaman”, ujar laporan itu, sebagaimana dikutip Xinhua. “Selama satu tahun belakangan, kelompok fanatik sudah mempertahankan dan menyesuaikan keberadaan mereka.

Misalnya, sesudah diusir dari Al-Mukalla di Gubernuran Hadhramauth pada April 2016, Al-Qaida sekarang beroperasi di Kota Taizz.” Krisis kemanusiaan itu, dengan hampir 18,8 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan dan 73┬ájuta orang berada di ambang kelaparan, akibat langsung dari perilaku semua pihak dalam konflik tersebut, ungkap laporan itu.

Semua itu meliputi serangan membabi-buta, serangan terhadap warga sipil dan sasaran yang dilindungi, pengepungan, blokade serta pembatasan gerakan manusia.

Arab Saudi, dengan dukungan dari Amerika Serikat, telah memberlakukan blokade laut dan udara guna membantu pemerintah terusir yang didukungnya, dan melawan pasukan tempur Al-Houthi. Koalisi pimpinan Arab Saudi terdiri atas Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Jordania, Maroko, Senegal dan Sudan.

Sementara, anggota Al-Houthi disokong oleh Iran dan bersekutu dengan mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Komsaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Al Hussein menyerukan kepada semua pihak dalam konflik itu “agar merasa belas kasihan pada rakyat Yaman, dan melaksanakan tindakan segera untuk menjamin bantuan kemanusiaan sampai kepada warga sipil”. (Antara/Xinhua-OANA)

Sharing

Tinggalkan komentar