AS-Korea Selatan Pasang Alutsista Tangkal Rudal Korea Utara

Pertahanan udara  antirudal buatan Amerika Serikat (THAAD)

Seoul – Demonstran terlibat bentrokan dengan ribuan polisi di sebuah desa pada Kamis 7-09-2017 di Korea Selatan, sewaktu pemerintah mengerahkan alutsista 4 peluncur dari peralatan pertahanan udara (Hanud) anti Rudal buatan Amerika Serikat. Sistem antipeluru kendali ini dirancang untuk melindungi wilayah Korea Sealtan dari ancaman Korea Utara yang meningkat.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa peluncur tersebut akan dipasang di bekas lapangan golf dekat Kota Seongju, sekitar 217 km selatan Seoul. Sebelumnya, 2 perangkat peluncur Rudal dan sebuah perangkat radar yang kuat, telah dipasang di lokasi yang sama sebagai bagian dari pranata Pertahanan Wilayah Jarak Tinggi (THAAD).

Pada Senin 4-9-2017 pagi, sekitar 8.000 polisi Korea Selatan berkumpul di desa Soseong-ri, di sepanjang jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju lapangan golf itu, untuk memecah blokade sekitar 300 penduduk desa dan kelompok sipil yang menentang THAAD.

Sekitar 38 pendemo luka-luka dalam bentrokan dengan polisi dan 21 orang dibawa ke rumah sakit, menurut petugas Pemadam Kebakaran Seongju. Tidak ada korban yang mengalami luka parah, ujar Kim Jin-hoon.

Penduduk Soseong-ri mengatakan mereka tidak mempunyai motif politik dalam aksi tersebut. Mereka menentang pengerahan THAAD semata sebab kegiatan keseharian mereka terganggu dengan puluhan helikopter militer, bus, dan truk yang melaksanakan pergerakan melalui kota kecil penghasil melon tersebut.

THAAD adalah alutsista sistem pertahanan udara buatan Lockheed Martin, AS, yang dirancang untuk menembak jatuh Rudal jarak pendek hingga menengah yang sedang dalam fase peluncuran.

Keputusan Korea Selatan menggunakan THAAD telah memicu sikap keberatan dari China. Mereka meyakini radar yang digunakan THAAD dapat digunakan untuk melihat secara mendalam ke wilayah China dan mengganggu keseimbangan keamanan regional.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan penempatan alutsista THAAD diperlukan sebab ancaman dari Korea Utara, negara yang telah meluncurkan banyak Rudal sejak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mulai menjabat pada awal Mei 2017.

Pyongyang juga melakukan uji coba nuklir keenam pada hari Minggu 3-9-2017, yang memicu teguran keras dari Jepang dan AS. (Antara/Reuters).

Tinggalkan komentar