Singapura Negosiasi Buka Pangkalan AU di Selandia Baru

Jet F-16 RSAF di t Ohakea Air Force Base, Selandia Baru (stuff.co.nz)

Ohakea – Pilot Singapura terbang tinggi di langit Manawatu saat pembicaraan tingkat tinggi berlanjut mengenai rencana pembentukan Pangkalan Angkatan Udara permanen Singapura di Selandia Baru.

Angkatan Udara Singapura berada di Pangkalan Angkatan Udara Ohakea, dekat Bulls, Selandia Baru, untuk latihan terbang selama empat minggu yang melibatkan enam jet tempur F16.

Pada bulan Februari, Selandia Baru Defence Force mengkonfirmasi bahwa para pejabatnya sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintah Selandia Baru untuk mendirikan basis pelatihan pilot di Ohakea.

Jika Ohakea menjadi basis pelatihan permanen untuk Angkatan Udara Singapura, pesawat tempur F15 akan berbasis di sana.

Kapten Nick Olney, komandan pangkalan Ohakea, mengatakan pada hari Kamis, 7/9/2017 bahwa Angkatan Udara Singapura telah menempuh perjalanan jauh ke Selandia Baru.

Dia mengatakan wilayah udara dan medan di Singapura sangat berbeda dengan wilayah Selandia Baru.

Latihan ini akan berlangsung selama empat minggu dan Kapten Olney mengatakan bahwa dia mengerti orang-orang penasaran karena mereka tidak terbiasa mendengar suara mesin jet tempur.

“Ini untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan wilayah udara Selandia Baru”, kata Kapten Nick Olney, dirilis Manawatu Standard.

“Dulu kita punya jet tempur di sini.”

Tahun ini latihan pesawat tempur Ohakea Air Tattoo adalah pertama kalinya setelah bertahun-tahun jet tempur F16 tidak mendarat di Selandia Baru.

Di sini, pilot Singapura akan melakukan latihan dan terbang, di mana mereka akan pergi ke seluruh penjuru negeri.

Kapten Olney mengatakan bahwa tanggapan dari masyarakat sebagian besar positif.

“Kami duga ada beberapa keluhan kebisingan”.

“Sudah lama kita tidak mengalami kebisingan di Manawatu ini”, katanya.

Sekitar 200 orang akan melayani personil Singapura dan keluarga mereka yang berbasis di Manawatu jika proposal untuk menempatkan F15 di Manawatu berlanjut, yang akan membawa sekitar 500 orang ke wilayah tersebut.

Seorang juru bicara Angkatan Pertahanan Selandia Baru mengatakan bahwa latihan bulan ini merupakan kesempatan yang berguna untuk mempertimbangkan bagaimana proposal pangkalan permanen dapat dijalankan. (stuff.co.nz).

Sharing

Tinggalkan komentar