4 Hercules TNI Angkut Bantuan Rohingya ke Bangladesh

Pesawat Hecules TNI AU (Photo : 9news.com.au)

Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa bantuan pemerintah Indonesia tahap pertama untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh akan diangkut dengan 4 pesawat Hercules TNI.

“Bantuan tidak hanya satu kloter, kloter besok rencananya 4 Hercules, untuk kedua dan ketiga rencananya akan kami bahas lebih lanjut lagi, cuma beda waktunya tidak akan jauh satu dengan yang lain,” ujar Retno LP Marsudi pada Selasa 12-9-2017  di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Bantuan yang dikirim pada Rabu 13-9-2017 melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, berupa beras, makanan kering, minyak goreng, tenda, selimut, baju, dan peralatan mandis; antara lain sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan sampo.

Pesawat Hercules pengangkut bantuan dari Indonesia akan mendarat di bandara di Kota Chittagong Bangladesh, sekitar 150 km dari pusat pengungsi Rohingya di Kota Cox Bazaar.

Menlu RI menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh dapat segera dikirimkan sebab adanya komunikasi yang baik antara pemerintah Indonesia dan Bangladesh melalui Duta Besar RI di Dhaka Rina Soemarno.

Sebelumnya, dalam kunjungan Menlu RI ke Bangladesh pada awal September 2017 lalu, sudah meminta daftar jenis bantuan yang dibutuhkan pengungsi Rohingya dari pemerintah Bangladesh sehingga manfaatnya bisa tepat sasaran dan optimal.

“Bantuan ke Bangladesh sebab Bangladesh ini menampung pengungsi cukup banyak, kita lihat dari segi ‘numbers’, paling banyak ada di Bangladesh, dan sebab sudah dibahas dan responsnya cukup cepat, maka kita dpat lebih dulu ke Bangladesh,” ujar Retno LP Marsudi.

Oleh sebab itu, Menlu berharap agar pemeritah Myanmar juga dapat segera memberikan daftar kebutuhan yang sangat diperlukan bagi para warga Rakhine itu sehingga Indonesia dapat segera mengirimkannya.

“Bukan sebab Bangladesh lebih penting, lho, ya, tapi sebab komunikasi telah dijalankan dan ‘list’ telah diterima maka bantuan akan dikirim. Kalau kita terima ‘list’ dari Myanmar maka sama, sebab kita lihat dua-duanya penting untuk dikirim bantuan”, ujar Retno LP Marsudi.

Menlu juga menekankan bahwa Pemerintah Indonesia akan berusaha sekuat tenaga untuk menampung dan membantu proses pengiriman bantuan kemanusiaan dari semua pihak di Indonesia. (Antara).

Sharing

Tinggalkan komentar