Kapal Selam China Kembali Merapat ke Malaysia

Kunjungan Kapal Selam China ke Malaysia, 5/1/2017 (Royal Malaysian Navy)

Kuala Lumpur – Kapal selam China berlabuh di Malaysia dalam kunjungan kedua ke Malaysia pada tahun ini, saat kekuatan Barat resah atas capaian perluasan China di Laut China Selatan.

China mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, yang dilalui sekitar 3 triliun dolar (lebih dari 36 ribu triliun rupiah) perdagangan dunia tiap tahun. Brunei, Malaysia, Filipina dan Taiwan juga mengklaim wilayah di Laut China Selatan.

Tapi, ketegangan China dengan Malaysia atas tumpang tindih klaim itu tampak mereda setelah Malaysia pada November setuju untuk membeli empat kapal angkatan laut China dan berjanji kepada Beijing akan menangani sengketa Laut Cina Selatan secara dwipihak.

Angkatan Laut Malaysia mengkonfirmasi kunjungan kapal selam China itu, yang merapat di pangkalan angkatan laut Sepanggar di negara bagian Sabah di Kalimantan sejak Jumat hingga Senin.

Kepala Angkatan Laut Malaysia Laksamana Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin menyatakan dunia membuat aturan untuk menyambut kunjungan kapal angkatan laut asing, berdasarkan atas permintaan masing-masing negara dan atas izin diplomatik.

“Itu bagian dari upaya kami meningkatkan diplomasi pertahanan dan memperkuat hubungan kedua pihak,” ujarnya kepada Reuters, 13/9/2017.

Kapal selam itu dikawal kapal permukaan dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat dan kembali ke China setelah melakukan tugas pengawalan di teluk Aden, kata majalah pertahanan Jane’s 360, yang pertama melaporkan kunjungan kapal selam itu.

Pada Januari, kapal selam China berlabuh di Sepanggar sebagai kunjungan kedua terpastikan kapal selam China ke pangkalan luar negeri, kata media pemerintah.

Kapal perang China juga merapat di pelabuhan Pakistan, Bangladesh dan Myanmar, yang membuat bingung India, pesaing kawasannya. (Reuters/Antara).

Sharing

Tinggalkan komentar