Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Melewati Jepang

dok. Peluncuran rudal ICBM Korea Utara (KCNA / BNO Newsroom)

Seoul/Tokyo – Korea Utara menembakkan sebuah rudal yang terbang di atas Hokkaido utara Jepang jauh ke Samudra Pasifik pada hari Jumat, 15//2017, ujar pejabat Korea Selatan dan Jepang mengatakan, yang kembali meningkatkan ketegangan setelah Pyongyang baru-baru ini menguji bom nuklirnya yang paling kuat.

Rudal tersebut terbang di atas Jepang dan mendarat di Pasifik sekitar 2.000 km (1.240 mil) timur Hokkaido, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan dalam sebuah konferensi media yang diselenggarakan dengan tergesa-gesa.

“Provokasi berulang kali dari pihak Korea Utara ini tidak diperbolehkan dan kami melakukan protes dengan kata-kata terkuat,” kata Suga.

Pengumuman peringatan tentang rudal tersebut tersiar sekitar pukul 7 pagi (2200 GMT Kamis) di kota Kamaishi, Jepang utara, cuplikan dari NHK nasional menunjukkan.

Rudal tersebut mencapai ketinggian sekitar 770 km (480 mil) dan terbang selama sekitar 19 menit dengan jarak tempuh sekitar 3.700 km (2.300 mil), menurut militer Korea Selatan – cukup jauh untuk mencapai wilayah Guam A.S. di Guam. Militer A.S. mengatakan segera setelah itu mendeteksi satu rudal balistik jarak menengah.

Korea Utara telah meluncurkan puluhan rudal di bawah pemimpin muda Kim Jong Un untuk mempercepat program senjata yang dirancang untuk memberikannya kemampuan untuk menargetkan Amerika Serikat dengan rudal bertenaga nuklir yang kuat.

“Roket ini dimaksudkan Korea Utara untuk mendorong penyelesaian teknologi peluru kendali dan Korea Utara mungkin merasakan tekanan sehingga mereka perlu untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional sesuatu,” kata Yang Uk, seorang peneliti senior di Korea Defense and Forum Keamanan

Bulan lalu, Korea Utara menembakkan rudal dari daerah serupa di dekat ibukota Pyongyang yang juga terbang di atas Hokkaido ke laut. Dua tes pada bulan Juli adalah untuk rudal balistik antar benua jarak jauh yang mampu mencapai setidaknya sebagian daratan A.S. (Reuters).

Sharing

Tinggalkan komentar