Warga Aceh Barat Serahkan Senjata SS1-V5 kepada TNI

Mantan Kombatan GAM serahkan satu senjata SS1-V5 kepada Kodim 0105/ Aceh Barat, NAD (tniad.mil.id).

Meulaboh – Muhibbus Sabri, umur 45 tahun warga sipil yang merupakan mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyerahkan satu pucuk senjata api jenis SS1-V5 kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0105/ Aceh Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

“Sampai tahun 2000 senjata ini saya simpan di hutan kawasan Seulimum, Aceh Besar, sesudah pindah ke Aceh Barat pada tahun 2011, senjata ini juga saya bawa dan saya simpan dengan sangat rapi di hutan Woyla,” ujar Muhibbus Sabri, Sabtu 16-9-2017 di Meulaboh.

Pernyataan itu disampaikan disela-sela penyerahan Senapan SS 1 kepada Komandan Kodim 0105/ Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, di Aula Makodim setempat, Senapan SS 1 tersebut diserahkan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan atau intimidasi.

Pria yang namanya disebut-sebut Tengku Seulimum ini, mengaku membeli senjata tersebut dengan harga Rp 29 juta dari pihak yang tidak mau dia disebutkan.

Senjata SS1-V5 Pindad (PT Pindad)

Warga kecamatan Woyla, Aceh Barat ini mengaku masih takut menyerahkan senjata api pada pihak berwajib, walaupun sudah terjadi perdamaian antara GAM dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak 2005 silam yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Helsinki, Firlandia.

“Seiring dengan kondusifnya Aceh, dengan keyakinan itu saya serahkan senjata yang pernah saya gunakan kepada Kodim 0105. Saya sadar, tidak ada hak memegang senjata ini lagi, Aceh sudah damai,” tutur Muhibbus Sabri .

Sementara itu Dandim 0105/ Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, menambahkan, senjata yang mereka terima itu masih sangat aktif digunakan, lengkap dengan magazen, satu utas tali sandang serta 17 butir peluru yang selama ini disimpan.

“Senjata api ini tidak digunakan untuk aksi kejahatan atau menganggu keamanan, tetapi yang bersangkutan tidak menyerahkannya ke pihak berwajib. Keberadaan senpi ini berhasil digalang oleh anggota unit Intel Kodim 0105/ Aceh Barat,” ujar Muhibbus Sabri.

Dalam konferensi pers, Dandim Herry menyampaikan, pemilik senjata adalah mantan pasukan Komando Pusat GAM yang semasa konflik di-BKO-kan dari wilayah Pase ke wilayah Aceh Jaya dan Aceh Barat.

Senjata tersebut diamankan di Markas Kodim 0105 dan akan dilaporkan ke komando atas untuk bahan pertanggungjawaban. Kepada Sertu Zainuddin dan Sertu Muhammad yang berhasil melakukan Binter dan penggalangan senpi itu akan diberikan penghargaan.

Penyerahan Senapan SS1  ini adalah untuk kedua kalinya sepanjang September 2017 ini kepada Kodim 0105, Dandim Letkol Inf Herry Riana Sukma menyatakan terbuka untuk menerima penyerahan senjata dari warga sipil, apabila masih ada yang menyimpan senjata api. (Antara).

Sharing

Tinggalkan komentar