Drone AS Tewaskan 17 Petempur ISIS di Libya

dok. Drone MQ-9 Reaper USAF (Paul Ridgeway/USAF)

Washington – Enam serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap satu markas kelompok ISIS di Libya menewaskan 17 pemberontak dan menghancurkan tiga kendaraan, ujar militer AS pada Minggu, 24/9/2017.

Sejumlah serangan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilancarkan AS di Libya sejak Presiden Donald Trump menjabat pada bulan Januari lalu.

Komando AS di Afrika mengatakan dalam pernyataannya bahwa serangan Jumat, 22/9/2017 menyasar sebuah markas yang berjarak sekitar 240 kilometer di sebelah tenggara Sirte, sebuah kota yang dulunya adalah kubu besar kelompok ISIS di Libya.

Markas tersebut digunakan untuk memindahkan arus petempur masuk dan keluar dari Libya, serta merencanakan serangan dan menyimpan senjata, ujar pernyataan itu.

“ISIS dan al-Qaeda telah mengambil keuntungan dari kantong kantong wilayah, yang tidak dikelola Libya, untuk mendirikan tempat-tempat persembunyian yang berfungsi untuk merencanakan dan mengarahkan serangan teror,” ujar pernyataan tersebut.

Pejabat AS, yang memberikan keterangan dengan syarat tidak disebut namanya, mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat nirawak.

Serangan terakhir AS di Libya terjadi pada 19 Januari lalu, sehari sebelum pelantikan Trump yang menewaskan lebih dari 80 petempur ISIS, beberapa diyakini tengah merencanakan serangan ke Eropa.

Kelompok ISIS mengambil alih Sirte pada awal 2015, mengubahnya menjadi kubu terpenting mereka di luar Timur Tengah dan menarik sejumlah besar petempur asing ke kota itu. Kelompok tersebut memberlakukan aturan garis kerasnya pada penduduk dan memperpanjang daerah kekuasaannya hingga sekitar 250 kilometer garis pantai laut tengah Libya. (Reuters/Antara).

Sharing

Tinggalkan komentar