Presiden Donald Trump Akan Tambah Sanksi Korea Utara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ( j sasseen – @seniorchief76)

New York – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pada Kamis 21-9-2017, AS akan mengeluarkan lebih banyak sanksi terhadap Korea Utara. Sanksi tambahan itu diperkirakan tidak akan menyentuh sektor minyak, kata seorang pejabat pemerintahan Trump kepada Reuters.

“Kita akan memberikan banyak lagi sanksi untuk Korea Utara,” kata Donald Trump sewaktu menanggapi pertanyaan dalam pertemuan dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di New York. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela sidang tahunan para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-bangsa.

Donald Trump akan membuat pengumuman dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, ujar sejumlah pejabat.

Donald Trump mengatakan, ia dan Moon membahas perdagangan dan masalah Korea Utara. “Menurut saya, kita sedang membuat banyak kemajuan dalam banyak cara,” ucap Donald Trump kepada para wartawan.

Sementara itu, sekutu-sekutu AS menginginkan agar sanksi-sanksi internasional yang ada sekarang dilaksanakan sebagai cara terbaik untuk memaksa Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya.

Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan 9 putusan sanksi bagi Korea Utara sejak 2006. Sanksi terbaru dikeluarkan bulan ini, yang membatasi pasokan bahan bakar untuk negara terkucil itu.
Ketika menyampaikan pidato pada Selasa 19-9-2017 di Majelis Umum PBB, Donald Trump memperingatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahwa Amerika Serikat, jika terancam, akan “memusnahkan” Korea Utara.

Pernyataan itu adalah ancaman bernada militer paling keras yang pernah dikeluarkan Donald Trump dan ungkapan kekhawatiran terbaru presiden AS itu terhadap peluncuran Rudal balistik berkali-kali, yang melintasi Jepang, dan uji coba nuklir bawah tanah oleh Pyongyang.

Sebagai tanggapan, menteri luar negeri Korea Utara mengumpamakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai “anjing yang menggonggong”. Antara/Reuters).

Sharing

Tinggalkan komentar