Pengembangan Terminal Bandara Gamar Malamo Galela

ilustrasi : ATR-72-500 Wings Air (Wings Air)

Ternate – Kementerian Perhubungan pada tahun 2017 telah menyediakan anggarean Rp 7,8 miliar untuk pembangunan terminal Bandara Gamar Malamo, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

“Dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung terminal umum seluas 1.000 meter persegi dan pekerjaan terminal Bandara seluas 1.000 meter persegi,” ujar Kepala Tata Usaha, Bandara Gamar Malamo Galela, Hariddin, 21-9-2017 ketika dihubungi dari Ternate.

Selain itu, dana yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Perhubungan akan dimanfaatkan untuk pembangunan pagar keliling dan lapisan landas pacu. Untuk bangunan terminal umum, tahun ini sudah bisa selesai seluruhnya, tetapi itu belum termasuk fasilitas di dalamnya,” ujar Hariddin .

Kementerian Perhubungan juga menyediakan anggaran untuk pembangunan pagar bandara sebesar Rp 5,7 miliar, sedangkan pekerjaan lapisan runway sebesar Rp 8,6 miliar, sebab untuk dua proyek ini telah selesai pekerjaan tinggal pekerjaan terminal umum.

Menurut Hariddin, terkait kapasitas landasan pacu (runway), sekarang ini sudah mencapai 1.400 meter. Runway Bandara Gamar Malamo mampu didarati pesawat berukuran sedang, seperti ATR 72.

“Pemda Halmahera Utara sangat menyokong pembangunan Bandara Gamar Malamo, semoga ada pembebasan lahan sehingga ada perluasan lahan banadara,” kata Hariddin .

Bandara Gamar Malamo melayani rute penerbangan berjadwal domestik yang dioperasikan oleh maskapai Wings Air dengan rute Manado-Galela-Manado, setiap Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

“Pertumbuhan penumpang di Bandara dari tahun ke tahun cukup naik dan tercatat dari tahun 2015 hingga sekarang, hanya saja bandara sering ditutup sebab pengaruh abu vulkanik gunung Dukono,” tutur Hariddin.

Adapun Site manager PT Deprista Mandiri, Fery Toisuta, mengatakan pembangunan terminal bandara Gamar Malamo diharapkan telah mencapai 100 persen, pada akhir Januari 2018.

Pihaknya berharap pada Desember 2017 konstruksi telah selesai dan target operasional dapat diwujudkan. Hariddin mengatakan, pekerjaan awal pembangunan terminal bandara yang dimulai pada bulan Juni 2017, kini telah memasuki tahap pengecoran tiang-tiang serta pembuatan tembok. (Antara).