Menteri Susi Pastikan Tidak Ada Perpanjangan Penggunaan Cantrang

Menteri Susi Pudjiastuti memperkenalkan jaring ikan ramah lingkungan di Semarang, Jawa Tengah.

Semarang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan tidak ada lagi perpanjangan izin penggunaan alat tangkap ikan berupa cantrang bagi nelayan di Provinsi Jawa Tengah.

“Tidak ada perpanjangan lagi, masa transisi (Dari cantrang ke alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, red.) sampai 31 Desember 2017,” kata Menteri Susi, setelah selesai  menyerahkan secara simbolis ratusan paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan kepada nelayan, 21-9-2017 di pantai Utara Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Menteri Susi berharap para nelayan menggunakan sebaik-baiknya masa transisi untuk mengganti cantrang dengan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan.

Dia menyebutkan bahwa hingga sekarang ini pemerintah sudah menyerahkan bantuan paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan kepada nelayan yang mempunyai kapal berukuran di bawah 10 gross ton sebanyak 30 persen atau 2.000 paket dari total 7.255 nelayan.

Alat penangkapan ikan ramah lingkungan yang diberikan kepada nelayan itu berupa jaring insang permukaan, jaring insang dasar, dan bubu lipat rajungan tipe kubah.

Menteri Susi menjelaskan bahwa penggantian alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan adalah salah satu bentuk usaha pemerintah melindungi mata pencaharian para nelayan.

“Pemerintah sekarang ini memperhatikan dan memastikan perlindungan kepada nelayan, kita harus memastikan bahwa laut itu ada banyak ikannya terus menerus untuk masa depan, tidak hanya untuk sekarang,” kata Susi Pudjiastuti.

Sebagai langkah nyata pemerintah tidak mempersukar para nelayan kecil, Menteri Susi sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota bahwa kapal berukuran di bawah 10 GT tidak memerlukan izin apapun sewaktu melaut.

“Kalau kapalnya di bawah 10 GT, langsung melaut saja, tidak perlu mengurus izin apapun. Syaratnya cuma satu, tidak menggunakan cantrang sewaktu melaut, kalau ketahuan akan saya tangkap,” katanya didampingi Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, Menteri Susi mengajak nelayan di wilayah pantai Utara Provinsi Jawa Tengah untuk menangkap ikan yang mempunyai nilai jual tinggi agar kesejahteraannya meningkat.

“Lainnya sudah di Arafuru dan Natuna, dapatnya ikan kakap, kerapu, tengiri, senangin, gogokan. Lha kok nelayan Pantura malah cari ikan rucah (ikan kecil-kecil, red.), ‘nggo opo, pakan’ bebek?” ucap Menteri Susi.

Para nelayan juga diajak menjaga kekayaan laut dari berbagai praktik pencurian ikan oleh nelayan asing. “Kalau laut tidak kita jaga, terus ikannya habis, nelayan mau nangkap apa? yang rugi siapa?” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Antara).

Tinggalkan komentar