Wapres JK : Terorisme Muncul di Negara Gagal

Wakil Presiden Jusuf Kalla Pidato di PBB, New York, 21/9/2017 (UN)

New York – Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan bahwa terorisme tumbuh di negara-negara gagal sebab mereka merasa tidak punya harapan dan banyaknya pengangguran.

“Terorisme dan radikalisme datang dari negara-negara gagal, sebab mereka merasa tidak ada harapan. Begitu mudah dijanjikan masuk surga, mereka dengan senang hati melakukannya ” katanya sewaktu memberikan kuliah umum pada Jumat 22-9-2017 di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat.

Negara-negara gagal tersebut seperti yang terjadi di Irak, Suriah dan sebagainya. Munculnya ISIS,  juga berasal dari negara-negara gagal tersebut.

Wakil Presiden menjelaskan sekarang ini di Indonesia sudah dilakukan program de-radikalisasi terhadap lebih dari 10.000 mantan teroris yang dipenjara di 72 penjara di seluruh Indonesia.

“Tidak ada negara yang seperti Indonesia, dengan jumlah penduduk nomor 4 di dunia dengan berbagai etnis, suku dan budaya serta tersebar dalam berbagai pulau, tetapi saling menghormati ” kata Jusuf Kalla.

Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, Menlu RI Retno Marsudi, sebelum pembukaan Sidang Umum PBB, New York, 19/9/2017. (Kemlu RI)

Menurut Wapres hal itu terjadi sebab di Indonesia sejak dahulu hidup dalam harmoni. “Kami mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap satu,” katanya.

Perbedaan agama di Indonesia juga tidak menjadi masalah. Jusuf Kalla menjelaskan jika mendengar ada beberapa konflik di Indonesia, persoalannya bukan sebab agama, tetapi sebab kesenjangan, bahkan soal demokrasi atau politik.

Kasus di Poso atau Ambon terjadi konflik justru sebab demokrasi. Sebelumnya pemimpin di wilayah tersebut ada harmoni antarumat beragama. Jika kepala daerahnya Muslim, maka wakilnya non-Muslim. Dan begitu pula sebaliknya, ujar Wakil Presiden.

“Namun tiba-tiba setelah demokrasi, maka pemenang mengambil semua. Pasangan kepala daerah bisa tidak menghiraukan harmoni tersebut, yang mayoritas mengambil semuanya,” kata Wapres. Kini hal itu sudah berlalu. (Antara).

Sharing

Tinggalkan komentar