Cadangan Devisa Indonesia Naik 2,09 Miliar USD

Cadangan Devisa Indonesia 2014 Meningkat
Cadangan Devisa Indonesia 2014 Meningkat

Cadangan devisa itu dapat membiayai 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jakarta – Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2014 naik 2,09 miliar dolar Amerika Serikat dari 100,65 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 102,74 miliar dolar Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat 08/03/2014, menyebutkan, jumlah cadangan devisa itu dapat membiayai 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menurut Segara, jumlah tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai akumulasi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan peningkatan tersebut disebabkan mulai masuknya capital inflow yang lebih tinggi daripada biasanya pada bulan lalu.

“Ternyata capital inflow Indonesia sampai akhir Februari itu lebih besar dari sepanjang tahun 2013, kita selama dua bulan ini lebih besar, tentu ini yang berpengaruh bagi cadangan devisa kita,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (7/3).

Agus merincikan inflow dalam dua bulan terakhir total adalah Rp 36 triliun. Hal itu merupakan gabungan dari Surat Utang Negara (SUN) dan saham. Sementara di sisi lain pada tahun 2013, nett inflow Indonesia hanya Rp 28 triliun.

Tidak hanya itu, peningkatan cadangan devisa juga dipengaruhi dengan adanya kinerja ekspor impor Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan angka positif yang berhasil mencatatkan surplus.

“Ini ada confidence terhadap kondisi Indonesia,” jelas dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2014 meningkat menjadi USD 100,7 miliar. Angka tersebut naik USD 1,3 miliar dari posisi akhir Desember 2013 sebesar USD 99,4 miliar.(Antara).

Tinggalkan komentar