Bila Sukses Jual Su-35 ke Indonesia, Pasar Su-35 Akan Semakin Laris Manis

China adalah negara pengguna pertama pengguna pesawat temur Su-35 di luar Rusia. China menerima batch pertama Su-35 pada akhir tahun 2016. Diperkirakan pembeli berikutnya adalah Indoneisa. Penjualan ke Indonesia sangat penting karena dapat membantu meyakinkan pembeli potensial lainnya, seperti UEA, Pakistan, Vietnam, Aljazair, Kazakhstan dan Mesir yang pernah di undang oleh Pemerintah Rusia.

Brasil dan Korea Selatan pernah menolak Su-35, sedangkan Venezuela dan Libya tertarik namun keduanya mengalami masalah politik dan keuangan.

Saat ini Rusia memiliki sekitar 60 unit Su-35 dan China memiliki empat (dari 24 pesanan). Rusia menerima Su-35 pertamanya pada tahun 2013 dan empat dikirim ke Suriah pada awal 2016 untuk mendapatkan pengalaman tempur. Uji tempur ternyata berhasil, terutama saat Su-35 menjatuhkan bom-bom pintar buatan Rusia.

Di atas kertas, Su-35 sangat mengesankan. Ini adalah pesawat tempur 34 ton yang lebih bermanuver dan memiliki banyak perangkat elektronik yang lebih unggul daripada basicnya (Su-27). Su-35 dibanderol dengan harga hampir dua kali lipat dari Su-27, sekitar $ 80 juta (untuk versi standar).

Su-35 memiliki beberapa teknologi stealth. Rusia mengklaim Su-35 memiliki masa tugas 6.000 jam terbang dan mesin yang bagus dengan lifetime 4.000 jam. Rusia juga menjejalkan Su-35 teknologi avionik kelas dunia, ditambah kokpit yang sangat memudahkan operasionalnya. Dilengkapi teknologi fly-by-wire berarti Su-35 lebih bermanuver daripada Su-30.

Su-35 membawa persenjataan autocannon 30 mm dan hingga 8 ton rudal udara-ke-udara dan amunisi canggih yang tergantung di 12 hardpoint, menjadikan Su-35 bukan hanya pesawat tempur superioritas udara tapi juga pesawat tempur “carpet bombing”.

Sharing

Tinggalkan komentar