Home » Militer Indonesia » Pengadaan 3 Kapal Cepat untuk Wilayah Pesisir Mimika

Pengadaan 3 Kapal Cepat untuk Wilayah Pesisir Mimika

ilustrasi

Timika – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika, Papua, akan merealisasi pengadaan 3 kapal cepat pada 2018 mendatang.

“Kementerian Perhubungan RI telahmenyetujui dan akan mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Jadi nanti Dishubkominfo yang tentukan sendiri spesifikasi dan beli sendiri,” ujar Kepala Dishubkominfo Mimika, John Rettob, Sabtu 23-9-2017 di Timika, Papua.

Pengadaan kapal cepat ini akan digunakan untuk alat transportasi bagi masyarakat yang tinggal di kampung-kampung yang ada di wilayah pesisir Mimika. Kapal tersebut akan melayani transportasi masyarakat dari pusat Distrik pesisir menuju ke Timika.

Tiga unit kapal cepat yang direncanakan, menurut John Rettob berkapasitas 24 penumpang dan tidak untuk mengangkut barang. Sementara, untuk alat transportasi warga pesisir ke pusat distrik akan dilayani dengan ‘longboat’ yang segera dihibahkan oleh Dishubkominfo pada 2017 sebanyak 11 unit.

‘Longboat’ dengan spesifikasi panjang 9 meter dan lebar 2 meter tersebut akan dilengkapi dengan mesin motor tempel berkekuatan 25 pk. Lima unit ‘longboat’ akan diserahkan kepada warga di distrik Mimika Barat Jauh dan 6 lain kepada masyarakat di distrik Amar.

Sebelumnya pada 2016 lalu, Dishubkominfo Mimika juga telah menghibahkan sebanyak 9 ‘longboat’ kepada warga 9 kampung di distrik Mimika Barat Tengah. John Rettob berharap  bantuan itu dapat memperlancar perjalanan warga pesisir Mimika,  dari kampung menuju pusat distrik atau menuju ke Timika.

Sejumlah kendala seperti dangkalnya aliran sungai sebagai jalur transportasi ke Timika telah ditangani oleh Dishubkominfo melalui pengerukan daerah aliran sungai pada tahun 2016-2017. Pendangkalan terjadi di beberapa titik pada saat air surut.

“Pengerukan kali telah kami kerjakan seperti kali Ipa, kali Kekwa, alur sungai menuju Kokonao dan alur dari Timika menuju Atuka. Kita kerja secara bertahap kurang lebih selama 2 tahun.

Dengan pengerukan alur sungai kita berharap agar jalur transportasi sungai di pesisi Mimika tidak lagi tergantung pada pasang-surut air laut,” kata John Rettob . (Antara).