10 Proyek Utama Ditawarkan RI di Asia Europe Meeting

Asia Europe Meeting (ASEM) ke-4 di Bali, 26/9/2017 (Kemenhub RI)

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menawarkan 10 proyek utama kepada investor asing dalam pertemuan menteri transportasi Asia dan Eropa dalam “4th Asia-Europe Meeting” (ASEM) pada 26 sampai 28 September 2017 di Denpasar, Bali.

Menteri Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers pada Senin 25-9-2017 di Jakarta, mengatakan dalam acara yang bertajuk “Connectivity and Investment Business Meeting” tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menarik minat investor dalam 10 proyek pembangunan infrastruktur transportasi.

“Pertemuan nanti akan kita lakukan dengan baik, salah satunya membahas mengenai konektivitas di Indonesia. Kita ingin investasi tumbuh, inflasi rendah, pertumbuhan dan sentimen baik. Nanti secara khusus investasi ini akan dibahas di pertemuan bilateral,” ujar Menteri Budi Karya Sumadi .

Menteri Budi Karya Sumadi menyebutkan 10 proyek utama itu, di antaranya :

    1. Makassar New Port.
    2. New Priok Development Product Terminal 1 dan 2
    3. New Deep Port Kijing Fase I.
    4. Pelabuhan Sorong.
    5. Pelabuhan Tanjung Carat.
    6. Inland Waterways Cikarang.
    7. Pelabuhan Tanjung Api-api.
    8. Bandara Kualanamu.
    9. Bandara Lombok dan proyek lainnya.
    10. New Priok Development Product Terminal.

Menteri Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa sejumlah proyek sudah dilirik beberapa investor asing, yaitu proyek LRT Bandung dan Trem Surabaya dengan Jepang, Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Belanda dan Tiongkok, Sekolah Vokasi dengan Filipina, Tanjung Priok dengan negara Eropa dan Tiongkok, bandara Kualanamu dengan Korea Selatan dan India.

Dengan demikian, Menteri Budi Karya Sumadi menargetkan bisa menarik nilai investasi sebesar Rp30-40 triliun.

“Kuala Tanjungg saja sudah Rp5 triiliun sendiri, Priok Rp 5 triliun, sekitar Rp30-40 triliun,” ujar Menteri Budi Karya Sumadi

Untuk itu, Menteri Budi Karya Sumadi juga menghadirkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam forum tersebut untuk memaksimalkan agar investor bisa mengambil bagian dalam proyek-proyek infrastruktur transportasi.

Selain itu juga akan dilakukan Deklarasi Bali, yang berisi menekankan pada konektivitas untuk semua dimensi, ASEM sebagai wadah strategis untuk meningkatkan kerja sama negara Asia-Eropa.

Meningkatkan partisipasi swasta atau lembaga keuangan dalam investasi transportasi, mewujudkan transportasi berkelanjutan melalui teknologi yang efektif dan efisien, mendorong kerja sama yang lebih kuat mengatasi tantangan yang dihadapi bersama negara kepulauan dan negara daratan serta membangun sinergitas nasional di bawah kerangka Uni Eropa.  (Antara)

Sharing

Tinggalkan komentar