Tujuh Tentara Irak Tewas Diserang Kelompok ISIS

Pertempuran pasukan Irak melawan ISIS di Ramadi (@RamiAILoIah)

Baghdad – Pasukan tempur ISIS yang bersembunyi di sebelah Barat Baghdad, melancarkan serangan terbesar mereka dalam beberapa bulan belakangan terhadap pasukan Irak pada Rabu 27-9-2017, kata sumber keamanan, yang menewaskan setidak-tidaknya 7 tentara. Namun petempur ISIS itu berhasil dipukul mundur oleh Tentara Irak.

Pertempuran di dekat kota Ramadi, Provinsi Anbar, berlanjut beberapa jam setelah para pemberontak melaksanakan serangan dengan menggunakan bom mobil bunuh diri, mortir dan senapan mesin, kata sumber tersebut.

Disokong oleh sekutunya, pasukan Irak menembak mati 16 pemberontak, menurut laporan televisi pemerintah, mengutip pernyataan komandan militer. Pesawat tempur menyerang mereka yang melarikan diri, katanya.

Serangan yang menewaskan 7 tentara Irak dan 16 menderita luka-luka, menjadi salah satu serangan terbesar sejak pasukan pemerintah merebut kembali Ramadi dari kelompok ISIS pada Desember 2015. Perang gerilya dengan tingkat intensitas rendah terus berlanjut di wilayah tersebut.

Serangan dari ISIS terjadi saat pasukan Irak melakukan serangan ganda untuk merebut kembali provinsi Anbar barat, dimana Ramadi adalah ibu kota, dan kantong Hawija di utara negara itu – dua wilayah utama terakhir yang dimiliki oleh ISIS, yang merebut sekitar sepertiga wilayah Irak dalam serangan kilat 2014.

Pejabat keamanan di Ramadi mengatakan bahwa gerilyawan telah menipu pasukan Irak dengan berpura-pura menjadi pejuang suku, yang memungkinkan mereka menyusup ke bagian kota, sekitar 55 mil di sebelah barat Baghdad.

Kelompok pemberontak masih memegang kendali di wilayah Utara Baghdad, Hawija, dan daerah perbatasan Suriah-Irak, tempat pasukan Irak melancarkan serangan pada bulan September 2017 yang disokong oleh pasukan gabungan pimpinan AS.

“Kekhalifahan” yang dinyatakan kelompok ISIS atas sebagian besar wilayah Irak dan Suriah secara efektif runtuh pada Juli 2017, sewaktu pasukan Irak merebut Mosul, ibu kota kelompok  ISIS di Irak. (Antara/Reuters).

Sharing

Tinggalkan komentar