Tutup 2014, Pelabuhan Benghazi Libya Dibuka Kembali

Tutup 2014, Pelabuhan Benghazi Libya dibuka kembali, 1/10/2017 (photo : Faraj Aljarih – @FarajAljarih)

Tripoli – Pelabuhan di Kota Benghazi, Libya Timur, dibuka kembali pada Minggu 1-10-2017, setelah 3 tahun ditutup akibat operasi militer antara Angkatan Darat dan kelompok bersenjata.

“Pelabuhan Benghazi secara resmi dibuka kembali Perdana Menteri pemerintah sementara Libya diangkat oleh Majelis Perwakilan Rakyat Libya Timur, Abdullah Thanni, dan sejumlah pejabat militer serta insinyur Dinas Transportasi Maritim dan Pelabuhan, setelah 3 tahun ditutup akibat operasi militer Angkatan Darat melawan kelompok bersenjata,” ujar satu sumber Angkatan Darat kepada Xinhua.

“Pelabuhan itu siap menerima kapal komersial. Jenderal Abdarrazzag An-Nadori, Kepala Staf Umum Angkatan Darat, sudah memberi izin untuk operasi pelayaran di dalam pelabuhan, setelah pencabutan larangan di pelabuhan tersebut, yang diberlakukan sebab masalah keamanan,” tambah sumber itu.

Sumber tersebut menyatakan bahwa sesudah lebih dari 6 bulan pekerjaan, Angatan Darat dan Angkatan Laut “mampu membersihkan semua benda yang tersangkut di dasar pelabuhan, serta sisa amunisi yang berserakan di pelabuhan itu dan sekitarnya”.

Perdana Menteri Abdullah Thanni dilaporkan oleh Xinhua, yang dipantau Antara pada Senin, 2-10-2017 pagi di Jakarta, tiba di pelabuhan tersebut dengan naik tanker dari Kota Tubruq di Libya Timur.

Pelabuhan Benghazi, salah satu pelabuhan paling tua di Libya, mempunyai 18 tempat sandar kapal dengan kapasitas 4 juta ton per hari.

Kota itu sudah menyaksikan perang sengit selama 3 tahun antara prajurit Angkatan Darat, yang dikomandoi Jenderal Khalifa Haftar, dan kelompok lokal bersenjata. (Antara/Xinhua-OANA).

Sharing

Tinggalkan komentar