Dec 092017
 

ilustrasi : Pesawat F-16 TNI AU (photo : Sid Mitchell / Aviationspottersonline.com)

Pekanbaru, Jakartagreater.com – Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara (Kaskoops AU) I Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi meninjau latihan tempur melibatkan 15 jet tempur jenis F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 di Provinsi Riau.

“Dari latihan MOT tentu diharapkan meningkatkan interoperabilitas (kemampuan) antar satuan dalam operasi udara,” katanya di Pekanbaru, Jumat, 8/12/2017.

MOT atau Mission Oriented Training merupakan latihan tempur melibatkan antar skadron tempur dan antar pangkalan militer. Latihan tersebut biasa digelar akhir tahun atau puncak fase latihan tempur yang digelar selama setahun terakhir.

Kali ini, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadi Kota Pekanbaru, Riau menjadi lokasi diselenggarakannya latihan tempur bertajuk MOT.

Latihan melibatkan tiga skadron masing-masing Skadron 16 dan 12 Lanud Roesmin Nurjadin serta Skadron 1 Lanud Soepadio Pontianak tersebut berlangsung sejak Senin 27 November lalu. Rencananya, latihan tersebut masih akan berlangsung hingga 12 Desember mendatang.

Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi saat memberikan arahan sebelum pelaksanaan latihan Mission Oriented Training (MOT) di Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin.

Sementara itu, sesuai jadwal pada Kamis dan Jumat ini merupakan puncak latihan tempur MOT. Selain Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi, latihan puncak MOT yang sejak awal melibatkan 350 personel itu turut dihadiri oleh Komandan Lanud RSN Marsma Age Wiraksono, serta Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Triwibowo.

“Latihan ini merupakan puncak dari siklus latihan yang telah dijalankan sejak awal tahun yang terdiri dari beberapa fase,” ujarnya.

Untuk itu, Henri mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat latihan untuk mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku, serta mengutamakan faktor keselamatan.

Sebanyak 15 pesawat tempur mengikuti latihan ini, terdiri dari lima pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12, lima pesawat F-16 dari Skadron Udara 16. Selanjutnya lima pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1, ditambah dengan satu buah Helikopter Puma TNI AU.

Selain itu, tak kurang dari 350 personel juga terlibat dalam latihan ini, yang terdiri dari para penerbang, ground crew, personel GCI dari beberapa Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) hingga pendukung. (Antara).

Berbagi

  37 Responses to “15 Jet Tempur TNI AU Latihan di Riau”

  1.  

    Menurut Nasional Geografi……. fosil ataupun jejak Singa tidak pernah ditemukan habitatnya di daerah Asia, Asia Selatan maupun di Asia Tenggara.

    Rasanya memang jadi aneh kalau ada salahsatu negara dikawasan Asia Tanggara menggunakan simbol Singa sebagai identitas negaranya…….. apakah mereka bermaksud biar kelihatan galak !!??….

    Kalau pake simbol Kucing, baru saya akan percaya……. karena di setiap tempat didunia ini pasti akan kita temukan yg namanya Kuciang.

    •  

      Nah Lebih Cocoknya Itu Negara Namanya Di Ganti Jadi Corruptpore. 😆

    •  

      Karena Singapura meniru lambang UK, The Three Lions, secara kan Singapore bekas jajahan UK.

      Lagian di Jawa malah ada orang namanya Singodimedjo. Emangnya di Jawa dulu ada singa ya??

      •  

        Ada dong….

        Kan dulu jaman raja2 jawa (setelah era sultan agung), tiap grebek suro selalu ngadain acara “rampogan macan)…ala-ala gladiator gitu.

        # macan kan mirip-mirip ama singa….

        •  

          Gladiator gimana orang tuh macan ditaroh ditengah Alun2 terus ribuan orang2 ngelilingin sambil megang tombak. Itu aja gak ada yg berani maju, nungguin si Macan nerjang sendiri ribuan tombak.

          Mungkin orang Jawa tau Singa karena dibawa sama pedagang Arab. Secara kan orang Arab suka sama Singa apalagi ternak Singa disana. Bahkan gelar Singa Padang pasir, Singa Arab lah, Syam lah, pasti disandang2in.

          •  

            Sebelumnya kan diadu dulu lawan banteng….sbg bentuk simbolis/sindiran ke penguasa kompeni, biarpun mereka lebih kuat tapi akhirnya akan takluk lawan kita.

            Tapi bener lho…dlm tiap pertunjukan rampogan macan, macannya selalu kalah lawan banteng dan akhirnya lari kearah pasukan tombak yang sudah nyanggong disekeliling arena

          •  

            Lalu dari mana orang sini dapet kata “s i n g a” ?

          •  

            Bentar dulu, Bung Hari itu hidup dari jaman sih, kok tau detail gitu. Secara Rampogan Macan kan terakhir ada sekitar tahun 20an atau mungkin sebelum tahun 1900an

          •  

            Nyindir sih nyindir, tapi akibatnya fatal, harimau Jawa jadi punah salah satunya gegara acara Rampogan Macan itu.

          •  

            Mungkin karena daerah tersebut tempat sandar pelaut British, mangkanya banyak pelaut kena Singa yg itu tu bung Pra…. xixi…

            Mangkanya “ono ing redjo redjaning jaman, tak jenengné wewengkon ini dadi Singapura !!”……. 😆

          •  

            @bung pragota,

            Sebenarnya kata “sing” itu berasal dr bahasa jawa…

            Konon sejak jaman majapahit(puncaknya jaman kesultanan demak), sudah banyak perantauan asal jawa yang bekerja di melaka dan akhirnya setelah belanda&inggris tukar guling bengkulu vs temasek, sebagian dr mereka dipindah ke pulau temasek, untuk membangun pulau ini menjadi bandar perniagaan.

            Profesi pendatang dr jawa ini ada yg: singngraji, singnembok, singlabur, singnukang…dan sing, sing yang lainnya.

            Maka sbg pengingat, temasek bisa menjadi pelabuhan tersohor diseantero asia atas jasa para pekerja dr berbagai profesi tsb…untuk memudahkan/menyingkat maka diabadikanlah kata “sing” tsb.

          •  

            Ya enggak to bung agato…

            Wong acara rampogan macan itu diadain setaun sekali…lagipula jaman segitu sekitaran jogja masih banyak hutan lebat.

            Lha wong jaman dulu aja sultan kalo berburu, lokasi favoritnya dihutan pinggiran kota jogja yg sekarang ini bekas panggung perburuannya deket sama terminal giwangan

          •  

            Nyimak Aja Dah Penjelasan Dari Kuncen Gunung Kidul.

          •  

            Singa itu asalnya dari kata sansekerta… wajar kalau dibawa dari pedagang dan pujangga india karena singa ditemukan juga di India, bagi orang Indonesia pasti akan sulit mendefinisikan singa dengan aslinya, pemahaman lebih dekat kepada macan sehingga dalam anggapan singa itu ya seperti macan… karena kekuatan bahasa sansekerta maka kemudian berkembanglah singa dalam basaha jawa yang dianggap sebagai sebuah hewan kuat dan raja hewan, dan saat itu nama sebagai simbol sering menjadi favorit… singoedan, singaraja, singaparna, singapuran, singajaya… yang saya tidak paham itu “rajasinga”, sangat tidak masuk akal penamaanya…

          •  

            Kalo yang itu rampogan macan versi Surakarta bung pragota…

            Kalo disana kan memang terkenal royal dan cenderung kooperatif dg kompeni.

          •  

            @bung pragota

            Ingat junghun….jadi ingat “nyai-nyaian” diperkebunan teh

          •  

            benar sekali bung Hari… itulah mengapa pamor kerajaan Jogja jauh lebih disegani rakyatnya daripada Solo…

          •  

            Malah dulu ada mitos “tongkat&topi mener”…

            Barang siapa yang menemui topi yang dicantelkan pd tongkat yang tersadar pd batang pohon teh, lebih baik cepat2 menjauh….karena disekitar situ pasti ada sesemakan yang bergoyang-goyang

          •  

            Wah menarik, bung Hari dan bung Yuli banyak ngerti soal peristiwa jaman baheula.
            Kecuali yang tentang ‘sing’ itu. Biarlah bung Agato singnembok, bung Hari singapur dan bung Yuli singnyopir.
            Kalo jaman sekarang ada semak bergoyang, orang bukannya lari malah mendekat sambil berharap-harap gemas.

          •  

            padahal asal kata singa itu “simha”… karena mungkin oleh pedagang India atau pujangga India di ceritakan kalau singa itu benar2 hewan yang luar biasa dan penguasa hutan dan akirnya disebut raja hutan maka namanya sering dijadikan sebagai simbol… termasuk Raja Singa eh Singo edan ding….

        •  

          yang paling seram itu rajanya singa

    •  

      Siapa tahu agato pengen jadi raja singa disana, siapa tahu lho … 😀

    •  

      Ada lho spesies singa India, sama halnya harimau benggala yg endemik India aka Asia Selatan! Menurut sejarah Konon orang2 Melayu jg orang Jawa dimasa2 keemasan kerajaan Jawa ketika memasuki Tumasik yg sekarang Singapore pernah melihat Hewan seperti Singa dsn tapi ketika diburu hilang lenyap dr situlah legenda bermula sehinngga bernama Singapore!

  2.  

    Wah runyam kalo gini carane (foto paling atas)….

    Memang pada blum tau aturan kalo militer harus netral ?!!!!

  3.  

    Kaskoopsau I nya yg benar adalah Marsma TNI Henri Alfiandi bukan hari alfiandi, kalau hari biasanya adalah hari huha

  4.  

    Bagaimana perasaan 2 tetangga seberang pulau ya liat TNI AU latihan di Riau, kan mereka punya armada terkuat dan tercanggih sekawasan konon katanya! Apalagi kucingpura punya F15 tercanggih dikelasnya jg pespur2 lain diatas kualitas F16 TNI AU.

 Leave a Reply