15 Jet Tempur TNI AU Latihan di Riau

37
2
ilustrasi : Pesawat F-16 TNI AU (photo : Sid Mitchell / Aviationspottersonline.com)

Pekanbaru, Jakartagreater.com – Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara (Kaskoops AU) I Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi meninjau latihan tempur melibatkan 15 jet tempur jenis F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 di Provinsi Riau.

“Dari latihan MOT tentu diharapkan meningkatkan interoperabilitas (kemampuan) antar satuan dalam operasi udara,” katanya di Pekanbaru, Jumat, 8/12/2017.

MOT atau Mission Oriented Training merupakan latihan tempur melibatkan antar skadron tempur dan antar pangkalan militer. Latihan tersebut biasa digelar akhir tahun atau puncak fase latihan tempur yang digelar selama setahun terakhir.

Kali ini, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadi Kota Pekanbaru, Riau menjadi lokasi diselenggarakannya latihan tempur bertajuk MOT.

Latihan melibatkan tiga skadron masing-masing Skadron 16 dan 12 Lanud Roesmin Nurjadin serta Skadron 1 Lanud Soepadio Pontianak tersebut berlangsung sejak Senin 27 November lalu. Rencananya, latihan tersebut masih akan berlangsung hingga 12 Desember mendatang.

Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi saat memberikan arahan sebelum pelaksanaan latihan Mission Oriented Training (MOT) di Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin.

Sementara itu, sesuai jadwal pada Kamis dan Jumat ini merupakan puncak latihan tempur MOT. Selain Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi, latihan puncak MOT yang sejak awal melibatkan 350 personel itu turut dihadiri oleh Komandan Lanud RSN Marsma Age Wiraksono, serta Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Triwibowo.

“Latihan ini merupakan puncak dari siklus latihan yang telah dijalankan sejak awal tahun yang terdiri dari beberapa fase,” ujarnya.

Untuk itu, Henri mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat latihan untuk mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku, serta mengutamakan faktor keselamatan.

Sebanyak 15 pesawat tempur mengikuti latihan ini, terdiri dari lima pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12, lima pesawat F-16 dari Skadron Udara 16. Selanjutnya lima pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1, ditambah dengan satu buah Helikopter Puma TNI AU.

Selain itu, tak kurang dari 350 personel juga terlibat dalam latihan ini, yang terdiri dari para penerbang, ground crew, personel GCI dari beberapa Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) hingga pendukung. (Antara).

37 COMMENTS

  1. Menurut Nasional Geografi……. fosil ataupun jejak Singa tidak pernah ditemukan habitatnya di daerah Asia, Asia Selatan maupun di Asia Tenggara.

    Rasanya memang jadi aneh kalau ada salahsatu negara dikawasan Asia Tanggara menggunakan simbol Singa sebagai identitas negaranya…….. apakah mereka bermaksud biar kelihatan galak !!??….

    Kalau pake simbol Kucing, baru saya akan percaya……. karena di setiap tempat didunia ini pasti akan kita temukan yg namanya Kuciang.

LEAVE A REPLY