Alasan Turki Beli Sistem Pertahanan Udara S-400

S-400 Rusia (photo : Sergey Malgavko / RT.com)

Jakartagreater.com. Turki saat ini dalam proses pembelian sistem anti-pesawat S-400 Rusia dan Ankara juga mengadakan pembicaraan mengenai S-500, sebuah sistem tipe THAAD yang saat ini dalam pengembangan, dirilis RT.com, 13/10/2017.

“Dalam pembicaraan kita dengan Putin, kita tidak berpikir untuk berhenti dengan S-400s. Kami juga memiliki pembicaraan mengenai S-500″, ujar Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat kembali dari perjalanan ke Ukraina dan Serbia, yang dikutip oleh surat kabar Habertürk dan Reuters.

Untuk tahap pertama, tidak ada produksi gabungan dalam pembelian S-400. Namun Erdogan menargetkan, pembelian tahap kedua, bisa melakukan produksi bersama untuk sistem pertahanan Rusia tersebut.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Rusia telah mengkonfirmasi bahwa mereka menerima uang muka dari Turki untuk pembelian rudal canggih S-400. “Mereka menginginkannya lebih awal dari tahun 2019, tapi masalahnya masih dalam pembahasan, ” ujar ajudan presiden Rusia untuk kerja sama teknik militer, Vladimir Kozhin.

Lalu seperti apa sebenarnya kemampuan S-400 ini sehingga negara NATO seperti Turki merasa perlu untuk memilikinya, meski mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat ?.

Menurut Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, 20/9/2017, S-400 mampu mendeteksi target dalam jarak 600 km dan mampu menembak target di jarak 400 km dengan kecepatan rudal, 4,8 km/seond, seperti grafik di bawah ini :

Kemampuan S-400 (Anadolu Agency)

S-400 juga dinyatakan sanggup menetralisir pembom B-52 Stratofortress dan B-1 Lancer, serta E-3 Sentry, yang lebih dikenal dengan AWACS (Airborne Warning and Control System).

Kemampuan S-400 (Anadolu Agency)

Daftar pesawat yang bisa dijangkau S-400 menurut Anadolu Agency juga mencakup berbagai pesawat jet tempur buatan AS dan pesawat terbang pendukung, termasuk F-22 Raptor yang canggih dan radar terbang Hawkeye E-2, serta dua jenis rudal taktis – rudal jelajah Tomahawk, dan rudal balistik “unspecified”.

Kemampuan S-400 (Anadolu Agency)

Turki sedang dalam proses mengakuisisi sistem S-400 dari Rusia, yang membuat banyak kecewa sekutu NATO-nya. Turki tampaknya membutuhkan sistem untuk mempertahankan diri dari negara-negara yang memiliki pesawat semacam itu di angkatan udara mereka. Mereka adalah AS dan sekutu-sekutunya, serta tetangga negara Turki di Timur Tengah. Tentu Turki tidak mau ada pesawat generasi kelima yang begitu saja masuk ke wilayah udara mereka.

Negara NATO sempat mengkritik rencana Turki ini, namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia memikirkan keamanan Turki terlebih dahulu, dan menyoroti sekutu NATO gagal dalam hal tersebut. “Apa yang kamu harapkan? Haruskah kita menunggumu? Kami menjaga diri di setiap titik keamanan.