Home » Militer Indonesia » Menhan Ryamizard : Asean Hadapi 2 Isu Besar Pertahanan

Menhan Ryamizard : Asean Hadapi 2 Isu Besar Pertahanan

Menhan Ryamizard dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyp hadiri pembukaan Trilateral Air Patrol (TAP) atau Patroli Udara Trilateral antara Malaysia, Indonesia dan Filipina diluncurkan di Pangkalan Udara Subang, Malaysia, 11/10/2017.

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan pengungsi Rohingya bisa masuk dalam jaringan ISIS bila tidak dapat ditangani dengan baik.

“Jangan main-main dengan pengungsi rohingya ini. Kalau tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan bergabung dengan ISIS. Ini bisa celaka,” kata Menhan pada Jumat 13-10-2017 di Kantor Kemenhan, Jakarta.

Namun, Menhan Ryamizard belum melihat adanya indikasi pengungsi Rohingya untuk bergabung dengan kelompok ISIS di Filipina Selatan. Tetapi, perlu diantisipasi agar warga Rohingya tidak bergabung dengan kelompok teroris.

“Orang lagi bingung, ke sana nggak diterima, ke sini nggak diterima. Akan lari ke sana (ISIS) pasti. Logikanya kan begitu,” ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dari permasalahan pengungsi Rohingya, Menhan Ryamizad akan membawa masalah tersebut ke pertemuan trilateral di Filipina. Sebab, sekarang ini negara Asia Tenggara sedang menghadapi dua isu besar dalam bidang pertahanan yaitu ISIS di Filipina Selatan dan pengungsi Rohingya.

“Maka tadi saya minta nanti tanggal 20 Oktober 2017 kita bicara di Filipina. Ngapain kita ngomong banyak tapi cuma ngalor ngidul, poin yang penting saja,” ujar Menhan.

Terkait pelaksanaan patroli udara 3 negara (trilateral) antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, kata Menhan, patroli trilateral tidak hanya dilakukan di laut dan di udara, melainkan akan di lakukan di darat.

“Patroli laut sudah dilakukan, patroli udara juga sudah dilakukan di Malaysia. Nanti, juga akan dilakukan patroli darat. Ini dilakukan agar kelompok ISIS tidak masuk ke wilayah 3 negara tersebut,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu. (Antara).