Kurdi Abaikan Peringatan Irak Terkait Posisi Tentaranya di Selatan Kirkuk

dok.Pasukan Kurdi. (Commons.wikipedia.org)

Baghdad, Jakartagreater.com – Pasukan tempur Peshmerga Kurdi mengabaikan sebuah peringatan dari pasukan paramiliter Irak untuk mundur dari persimpangan strategis di sebelah selatan kota Kirkuk, ujar seorang petugas keamanan Kurdi pada Minggu 15-10-217.

Pasukan Mobilisasi Populer, yang dibentuk dan dilatih Iran, memberi peringatan kepada Peshmerga hingga tengah malam waktu setempat (04.00 WIB) untuk meninggalkan kedudukannya di sebelah Utara persimpangan Maktab Khalid, kata petugas dari Dewan keamanan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG).

Kedudukan tersebut mengendalikan jalan menuju pangkalan udara dan beberapa ladang minyak yang berada di wilayah Kirkuk, ujar petugas tersebut. Kota dan daerah sekitarnya, termasuk ladang minyak, berada di bawah kendali Kurdi.

Tidak ada kontak tembak yang dilaporkan terjadi, sekitar satu jam sesudah batas waktu tersebut, tetapi seorang penduduk mengatakan puluhan pemuda Kurdi ditempatkan di sekitar Kirkuk dengan membawa senapan mesin sebagai tanggapan atas peringatan pengerahan.

KRG dan pemerintah pusat di Baghdad berselisih sejak referendum kemerdekaan Kurdi digelar pada bulan lalu di Irak utara. Otoritas Kurdi mengatakan pada Jumat 13-10-2017 bahwa mereka sudah mengirim ribuan lebih tentara menuju Kirkuk untuk menghadapi “ancaman” Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi berulang kali membantah adanya rencana untuk menyerang Kurdi. Mobilisasi Populer adalah sebuah pasukan terpisah dari tentara reguler dan secara resmi melapor kepada Abadi. Mereka dikerahkan di sebelah Selatan dan Barat Kirkuk.

Kirkuk, kota yang berpenduduk lebih dari satu juta orang, memang berada di luar wilayah KRG, tetapi pasukan Peshmerga ditempatkan di kota itu sejak 2014, sewaktu pasukan keamanan Irak mengalami kemunduran menghadapi serangan kelompok ISIS. Pengerahan pasukan Peshmerga dimaksudkan untuk mencegah jatuhnya ladang minyak di Kirkuk ke tangan kelompok ISIS.

Pemerintah pusat di Baghdad sudah mengambil serangkaian langkah untuk mengucilkan daerah mandiri Kurdi, sejak mereka melaksanakan referendum kemerdekaan, termasuk melarang penerbangan internasional menuju daerah tersebut. (Antara/Reuters).

Sharing

Tinggalkan komentar