Pembentukan 3 Pangkalan Udara TNI AU di Papua Barat

Pesawat F-16 TNI AU dalam Latihan Elang AUSINDO 17, Darwin, Australia, 20/10/2017. (photo : Sid Mitchell / Aviationspottersonline.com)

Biak. Jakartagreater.com – Markas Komando Pangkalan Udara Manuhua Biak, Papua sedang menyiapkan pembentukan tiga pangkalan udara di Provinsi Papua Barat.

“Rencana pembentukan tiga Lanud di wilayah Provinsi Papua Barat terdiri dari : Lanud Sorong, Lanud Manokwari dan Lanud Sorong Selatan,” ujar Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak Kolonel Penerbang Fajar Adriyanto menjawab Antara, usai perayaan sumpah pemuda di Biak, Senin, 30/10/2017.

Kolonel (P) Fajar AdriyantoIa mengatakan pembentukan tiga Lanud baru di Provinsi Papua Barat sangat strategis karena menjadi kebutuhan TNI Angkatan Udara untuk menambah kekuatan dalam rangka mengamankan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kolonel Fajar mengharapkan pembentukan tiga Lanud baru dapat meningkatkan kinerja pelayanan pengamanan wiayah udara di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Untuk pengoperasian pembentukan tiga Lanud baru, kami telah menyiapkan sarana prasarana kesatuan serta personel TNI AU,” katanya.

Bandara Sorong Domine Eduardo Osok merupakan pintu masuk penerbangan ke : ibukota Provinsi Papua Barat Manokwari, bandara Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Raja Ampat.

Bandara Sorong Domine Ediar Osok memiliki landasan pacu (runway) dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter yang bisa didarati pesawat berbadan lebar (wide body) dan pesawat propeller. Ke depannya, panjang runway bandara ini akan ditingkatkan menjadi 2.500 meter agar lebih banyak jenis pesawat yang bisa mendarat di bandara itu.

Sedangkan bandara Rendani Manokwari, Papua Barat merupakan bandara di ibukota Porvinsi Papua Barat dengan panjang landasan pacu mencapai 2.000 meter dan lebar 45 meter.

Sementara untuk bandara Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan dengan panjang 800 meter berstatus kelas III saat ini dikelola Kementerian Perhubungan.