Apr 042017
 

Polisi Militer Mesir (Gigi Ibrahim)

Kairo – Sedikitnya 13 personel kepolisian dan tiga warga sipil terluka ketika sebuah bom meledak di dekat pusat pelatihan kepolisian di kota Tanta, Mesir, dalam sebuah serangan yang telah diklaim oleh kelompok petempur pemberontak pada 1/4/2017.

Bom itu dipasang pada sebuah sepeda motor yang diparkir di dekat lokasi pelatihan, Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan. Sementara itu dua korban luka tengah berada dalam kondisi kritis, kata juru bicara dari pihak pelayanan kesehatan.

Sebuah kelompok petempur baru, yang menyebut dirinya sebagai Louwaa el Thawra, atau Brigade Revolusi, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui akun Twitter mereka.

“Sebuah pusat pelatihan para perwira polisi di provinsi Gharbia telah menjadi target ledakan, dengan perangkat bom berdaya ledak tinggi….kami para petempur dapat melarikan diri dengan aman setelah melakukan misi itu,” menurut pernyataan kelompok itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Balas dendam … balas dendam adalah hak,” kata kelompok petempur itu di akun Twitter mereka sekitar satu jam sebelum klaim tanggung jawab.

Brigade Revolusi telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan, termasuk peristiwa pembunuhan seorang perwira senior militer Mesir yang tewas ditembak saat meninggalkan rumahnya di pinggiran Kairo.

Mesir tengah menghadapi beberapa aksi pemberontakan yang dipimpin oleh kelompok IS Sinai Utara, yang telah menewaskan ratusan tentara dan polisi. Ada juga beberapa serangan yang terjadi di Kairo dan kota-kota lain.

Antara/Reuters

  4 Responses to “16 Terluka akibat Serangan Bom di Pusat Pelatihan Polisi Mesir”

  1. Kasian

  2. Prihatin

  3. itu suruh mesir beli APC yg bagusan dikit donk…mending beli ANOA gagah..

 Leave a Reply