PM Irak Umumkan Pembebasan Al-Qaim, Irak Barat

Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi bersama Komandan Militer, 29-10-2017. (Haider Al-Abadi?)

Baghdad, Jakartagreater.com – Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi mengumumkan pembebasan total Kota Al-Qaim, pada Jumat 3-11-2017 di dekat perbatasan dengan Suriah dari pasukan tempur milisi garis keras ISIS.

Satu pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, sebagaimana dilaporkan Xinhua, yang dipantau Antara pada Sabtu 4-11-2017 di Jakarta, mengatakan Al-Abadi, yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Irak,¬†“mengucapkan selamat kepada rakyat Irak atas pembebasan Al-Qaim oleh para pahlawan”.

Satu pernyataan terpisah oleh Hashd Shaabi mengatakan Abu Mahdi Al-Muhandis, pemimpin brigade paramiliter mengucapkan selamat kepada rakyat Irak atas pembebasan Kota Al-Qaim dan penyeberangan perbatasan Husaibah dari anggota ISIS.

“Kekalahan ISIS hari ini adalah kekalahan yang paling telak dan paling penting sejak awal kontak senjata, sebab ISIS sesungguhnya telah berakhir di Irak sesudah dikalahkan di tempat yang paling penting (Al-Qaim), yang menjadi asal penyebaran anggota ISIS ke arah kota besar di bagian Utara dan Barat Irak, seperti Mosul dan Ramadi, pada musim panas 2014,” ujar Al-Muhandis.

Pada Jumat 3-11-2017 pagi, Letnan Jenderal. Abdul Amir Yarallah, Komandan Operasi Pembebasan Anbar Barat, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa militer Irak, pasukan Layanan Kontra-Terorisme (CTS), brigade paramiliter dan pasukan tempur menembus dan memasuki daerah Se’da, Karabla dan Husaibah, yang merupakan bagian dari Al-Qaim.

Pada 26 Oktober 2017, pasukan keamanan memulai bergerak maju ke arah kubu kota terakhir ISIS di Irak di dekat perbatasan Irak-Suriah. Sementara itu, prajurit militer juga bergerak maju menuju kedudukan penting ke arah kota yang dikuasai ISIS, Kota Rawa sekitar 80 Km di sebelah Timur Al-Qaim, dan mengambil kedudukan di luar ujung Selatan kota tersebut.

Belakangan, tentara akan terus membersihkan daerah gurun dan pedesaan yang luas di sebelah Utara Sungai Efrat. Pasukan tempur ISIS merebut banyak wilayah Irak pada 2014.

Setelah 3 tahun pertempuran, pasukan militer Irak sudah merebut kembali sebagian besar daerah yang diduduki dari kelompok gerilyawan fanatik, termasuk kota terbesar kedua di negeri itu, Mosul. (Antara/Xinhua-OANA)

Sharing

Tinggalkan komentar