Mirage Lanud Gading Lewat Data Kamera - JakartaGreater

Mirage Lanud Gading Lewat Data Kamera

Sukhoi Wonosari

Saya tertarik dengan pro kontra foto di Lanud Gading, seperti terlampir di atas. Beberapa kali melihat foto ini, sepintas memang tidak mungkin karena kualitasnya gambarnya “cuma” sekelas kamera pocket, dengan shutter lag 1 detik lebih, akan sangat sulit untuk merekam obyek bergerak dengan kecepatan tinggi.

Berhubung di forum ini ada yang menyertakan link file aselinya, sedikit analisis:

Saya sengaja menggunakan progam XnView untuk melihat data Exif nya (gratis, silakan download) agar anda juga dapat melakukannya. Buka link panoramio, lalu klik “view original image” baru kemudian disave (proses saving yang bukan original image tidak akan menyertakan data exif).

Buka file dengan XnView, lalu tekan Alt + enter untuk melihat data Exif.

Data exif merupakan data-data pemotretan termasuk di dalamnya Serial Number kamera yang digunakan, sehingga dapat dinilai apakah sebuah foto digital asli atau bukan.

Cuplikan data exif:
Kamera : kodak easy share c653 (silakan googling spesifikasinya untuk melihat kemampuannya apakah sesuai dengan profil data exif)
ISO : 400
Shutter speed : 1/1250
diafragma : f4.8
Focal Lenght : 6mm
date taken : 2011:03:21 13:56
Flash : Fired
ukuran image :2304 x 1728

Software : Photoshop 7.0

Analisis data exif:
Dengan kecepatan shutter 1/1250 saya rasa wajar (cukup) untuk membekukan jet yang lagi take off tanpa blur (ini yang jadi pertanyaan, cuma dengan kamera pocket fotografer bisa mendapatkan shutter speed mendekati limit kamera).

Rumus untuk “membekukan” benda yang bergerak adalah minimal 2 kali kecepatan benda. Sebagai referensi untuk membekukan burung Colibri yang lagi menghisap bunga Shutter speed sekitar 1/500.

Waktu pemotretan pukul 2 siang matahari terik, dengan ISO 400, shutter speed 1/1250 dan f4.8 hasil eksposur pada foto masih wajar meskipun feeling saya mengatakan dengan eksposure tersebut hasil foto akan under 1/2 stop.

f4.8 akan membuat ruang tajam cuma 1-2 meter, dengan asumsi fokus lensa pada papan nama, maka pesawat akan blur. Pada kenyataannya pesawat terlihat tajam. Hal ini berarti fokus lensa berada pada hiperfocal distance (yang belum tahu silakan googling), sehingga pesawat yang lagi parkir di belakangpun terlihat tajam.

Artinya tidak ada kebetulan di sini, fotografer tahu apa yang dilakukannya walau cuma dengan kamera pocket, dia jelas-jelas menguasai kamera.

Flash fired, ini mejelaskan mengapa papan nama lanud gading terlihat tidak nyambung dengan background. Ingat kasus foto instagram Bu Ani yang dituduh tempelan ?. White Balance lampu Flash berbeda dengan matahari. Hal ini menyebabkan nada warna dari subjek yang terkena cahaya flash berbeda dengan nada warna pencahayaan matahari langsung, sehingga foto seolah-olah tempelan.

Focal Lenght 6mm, hal ini menjelaskan mengapa papan nama telihat melengkung/distorsi. focal leght ini akan setara dengan 36mm pada kamera 35mm, besar kelengkungan (distorsi) juga wajar.

Ukuran image 2304 x 1728 merupakan ukuran bawaan dari kamera (cek lagi spesifikasi kamera), artinya tidak ada proses croping ketika proses editing (jika ada).

Besar file 867KB (dengan ukuran image 2304 x 1728), dari spesifikasi kamera besar file masih normal. (Jika anda menumpuk foto dengan photoshop maka otomatis file akan menjadi besar, semakin banyak foto yang ditumpuk maka akan semakin besar file akhirnya dan semakin njomplang dari spesifikasi kamera).

Foto diambil sekitar pukul 2 siang pada bulan Maret. Landasan pacu bandara membujur kira-kira utara-selatan. Dengan arah terbang ke selatan, bayangan pesawat otomatis akan berada di sebelah timur landasan.

Dari foto bisa kita lihat posisi bayangan pesawat masih wajar. Untuk lebih detail anda bisa gunakan software untuk mengetahui posisi matahari terhadap equator.

Analisis XMP (Extensible Metadata Platform)
Benar foto tersebut diolah menggunakan Photoshop 7.0, untuk itu saya sertakan sedikit analisis xmp. (anda bisa menggunakan adobe bridge untuk melihat data xmp dari foto tersebut).

tampilan ELA

String lengkap xmp:

adobe:docid:photoshop:d32ebe82-ae3b-11e0-8cef-b9a910b789e0
uuid:6f6c85b5-ae45-11e0-8cef-b9a910b789e0

EASTMAN KODAK COMPANY
KODAK EASYSHARE C653 ZOOM DIGITAL CAMERA
1
2304
1728
2
3

8
8
8

480/1
480/1
2

0221
1/1250
10287712/1000000
48/10
4526069/1000000
2

400

400/1
2011-03-21T13:56:00+07:00
2011-03-21T13:56:00+07:00
0/10
29/10
5
0

True
0
1
False
False

60/10
2
3
1
36
0
0
0
0
2
0
0
0
0
0/100
2304
1728
1

2011-07-15T01:24:42+07:00
2011-03-21T13:56:00+07:00
Adobe Photoshop 7.0

True

3 sRGB IEC61966-2.1

Data xmp menunjukkan bahwa foto diambil pada 21 maret 2011 pukul 13:56 GMT+7, dan diutak-atik photoshop pada 15 Juli 2011 pukul 01:24 GMT+7.

Tidak ada history!. Jika sebuah foto ditumpuk dengan foto yang lain maka dalam string xmp akan muncul syntax history).

Contoh syntax history (header) :
Analisis ELA (Error Level Analysis).

Kompresi piksel pada pesawat sukhoi terlihat kontras, namun edge nya jelas. Tidak terlihat manipulasi pada tepian subjek. (jika anda menumpuk foto dengan photoshop, anda perlu memanipulasi pada bagian tepi agar tampak menyatu dengan background. Proses ini meninggalkan jejak kompresi).

Kompresi piksel pada bayangan sukhoi sama dengan keseluruhan background foto, artinya bayangan sukhoi merupakan subjek asli.

Kompresi piksel pada pesawat mirage terlihat sangat kontras, edge masih terlihat (tidak terlihat manipulasi pada tepian subjek). Kompresi piksel pada bayangan mirage terdapat kontras pada tepi dengan gradasi halus, namun bagian tengah, kompresi piksel sama dengan keseluruhan background. Artinya bayangan pada pesawat mirage merupakan subjek asli.

Kompresi piksel pada pesawat yang parkir terlihat sangat kontras, edge masih terlihat (tidak terlihat manipulasi pada tepian subjek)

kompresi piksel pada papan nama lanud pada sekeliling papan dan bagian setengah atas kedua tiang terdapat jejak kompresi mirip purple fringing. Konon ini merupakan jejak khas kompresi photoshop.

Pada setengah tiang kebawah kompresi piksel sama dengan keseluruhan foto, artinya setengah tiang ke bawah merupakan subjek asli.

Bendera:
Dengan perbesaran 400%, pada sukhoi selain di bawah kockpit di bagian ekor juga ada bendera merah putih, pada mirage bendera merah putih terlihat di bagian ekor.

Kesimpulan:

Analisis xmp tidak menunjukkan ada jejak penambahan subjek foto. Analisis ELA menunjukkan cetakan tanggal merupakan penambahan subjek.

Jejak kompresi mirip purple fringing pada bagian atas papan nama lanud menjadi petunjuk bahwa kemungkinan terbesar photoshop digunakan untuk mengkompres file agar ukuran akhir file lebih kecil.

Catatan:
Ini hanya sebuah analisis dari data yang ada, dengan metode analisis lain mungkin didapatkan hasil yang berbeda.

“orang berpendidikan boleh salah, tapi tidak boleh berbohong”.
(by Toekang foto, tinggal di Jogja)

Tinggalkan komentar