Tingkatkan Kapasitas Siluman, Indra Akan Pasok Terminal SATCOM ke TKMS

Indra mempererat hubungan baik dengan ThyssenKrupp Marine Systems sejak kontrak SATCOM pertama tahun 2010. (Foto: HDW/YPS)

JakartaGreater.com – Indra akan memasok ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), salah satu galangan pembuat kapal terbesar di dunia, dengan sistem komunikasi satelit baru pada dua kapal selam untuk pasar ekspor, seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Perusahaan akan mengirimkan sistem Ku band yang terpasang pada platform “three-axis stabilized” untuk memastikan kapal selam akan tetap terhubung bahkan di bagian laut yang paling sulit sekalipun. Ini adalah sistem yang telah terbukti dengan baik dan digunakan oleh armada angkatan laut di seluruh dunia dimana Indra telah dikirimkan.

Terminal satcom menyediakan komunikasi yang cepat dan aman dengan bandwidth lebih besar daripada komunikasi line-of-sight (LoS). Laju data yang lebih tinggi ini mengurangi waktu pemaparan kapal selam di permukaan, sehingga lebih sulit untuk dideteksi oleh radar kapal dan pesawat terbang, oleh karena itu meningkatkan kapasitas siluman dan keselamatan awak kapalnya.

Terminal yang dirancang dan dipasarkan oleh Indra telah dirancang baik dalam frekuensi militer maupun komersial. Ini berarti kapal selam dapat memperoleh manfaat dari jangkauan maksimum dimanapun dibelahan dunia pada operasi dan manuver dengan operator satelit yang berbeda.

Indra telah menjadi pemasok teknologi ThyssenKrupp Marine Systems sejak 2009, saat perusahaan ini mengakuisisi terminal satcom Indra pertama dan sistem pertahanan elektronika untuk kapal selam kelas U212 untuk Angkatan Laut Jerman.

Sejak proyek pertama ini, Indra telah berkolaborasi dengan ThyssenKrupp Marine Systems untuk memasok sistem komunikasi satelit bawah lautnya kepada Angkatan Laut Portugis, Italia dan Turki serta lainnya di seluruh dunia.

Dalam waktu dekat satcom akan diuji coba pada Ka Band militer yang akan memberikan bandwidth lebih besar dari X Band yang saat ini digunakan oleh banyak angkatan laut.

Melihat Tanpa Terlihat

Beberapa tahun terakhir, permintaan untuk kapal selam telah meningkat di berbagai belahan dunia karena ini adalah kunci untuk menjamin pertahanan perairan suatu negara. Teknologi yang digunakan untuk melengkapi kapal ini memiliki dampak signifikan pada keberhasilan misi dan tingkat kelangsungan hidup.

Sistem komunikasi satelit memfasilitasi transmisi cepat dan penerimaan pesan untuk mengkoordinasikan tindakan dengan sisa pasukan yang ditempatkan di daerah tersebut. Sistem Indra telah diuji dalam banyak latihan oleh NATO dan telah menunjukkan kapasitas kinerja mereka di lingkungan yang kompleks dan dalam kondisi teknik digunakan untuk menghalangi komunikasi.

Selain itu, sistem pertahanan elektronika Indra, radar dengan probabilitas rendah dari intercept dan identifikasi teman atau lawan (IFF) adalah beberapa elemen paling penting yang dipasang pada kapal selam manapun. Mereka adalah sistem yang memungkinkan pendeteksian kapal lain tanpa ‘terlihat’, memberi intelijen data untuk menganalisis sinyal dan menentukan jenis kapal dan asal negaranya, dan juga memungkinkan identifikasi sebagai sekutu untuk menghindari tembakan kawan.

Indra pemimpin dalam pengembangan radar, sistem komunikasi dan sistem pertahanan elektronika. Kapal-kapal Angkatan Laut Spanyol yang paling canggih menjalankan misi internasional dengan menggunakan teknologi Indra, termasuk LHD Juan Carlos I, frigat kelas F100, dan BAM. Indra juga mengembangkan sistem generasi terbaru yang akan berada di kapal frigat F110 masa depan, sebuah kapal yang dirancang untuk merespon ancaman konvensional dan asimetris di wilayah pesisir serta digunakan dalam operasi anti-pembajakan.