Rusia Segera Persenjatai Fregat dan Korvet dengan Zirkon

Menurut rumor, rudal jelajah hipersonik India-Rusia BrahMos II (gambar pada DEFEXPO 2014) adalah varian ekspor dari rudal 3M22 Zirkon Rusia.

JakartGreater.com – Penyebaran rudal jelajah hipersonik anti-kapal Tsirkon atau Zirkon yang baru pada korvet dan fregat Angkatan Laut Rusia sedang dipertimbangkan sesuai rencana persenjataan negara Rusia tahun 2018-2027, menurut sebuah sumber di industri pertahanan negara tersebut yang mengatakan kepada TASS pada hari Selasa.

“Prioritas baru pengadaan komponen persenjataan maritim dari negara (Rusia) adalah membangun korvet Proyek 20385 dan 20386 dan fregat Proyek 23350 dan 23350M dilengkapi persenjataan presisi yang mencakup rudal jelajah Kalibr-NK dan rudal hipersonik Tsirkon”, kata sumber tersebut kepada agensi seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Fregat Proyek 22350 Admiral Gorshkov, Angkatan Laut Rusia

TASS tidak memiliki konfirmasi resmi atas informasi tersebut.

Angkatan Laut Rusia mengoperasikan 5 unit korvet Project 20380 dan 5 unit lainnya sedang dibangun. Galangan pembuat kapal Rusia telah meletakkan dua korvet dari Proyek 20385 yang dimodernisasi dan sebuah korvet Proyek 20386. Mungkin, pesanan untuk kapal perang ini akan meningkat dan konstruksinya akan dimulai di galangan kapal Yantar di Wilayah Kaliningrad barat (saat ini, korvet tersebut sedang dibangun di galangan kapal Northern Wharf yang berbasis di St. Petersburg dan galangan kapal Amur di Timur Jauh), tutur sumber tersebut.

Empat fregat Proyek 22350 yang sedang dibangun di galangan kapal Northern Wharf saat ini telah berada dalam tahap kesiapan masing-masing.

Kementerian Pertahanan Rusia pada bulan April mengumumkan bahwa program persenjataan negara yang baru telah “menetapkan tugas untuk menyelesaikan pengembangan jenis senjata hipersonik yang baru serta mempersiapkan mereka untuk pasukan”. Senator dan mantan komandan Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev mengatakan pada akhir November bahwa Rusia memiliki rudal hipersonik Tsirkon.

Rencana pengadaan persenjataan negara Rusia yang baru telah mengalokasikan 19 triliun rubel ($ 324 miliar) untuk pengiriman senjata dan 1 triliun rubel ($ 17 miliar) untuk menyinkronkan upaya ini. Rencana pengadaan persenjataan negara yang baru ini memprioritaskan pada pengembangan kekuatan pencegahan nuklir dan memberikan senjata presisi kepada pasukan.

Menurut data yang tersedia pada tanggal 18 Desember, versi final dari program tersebut masih belum diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk ditandatangani.

Model skala rudal jelajah hipersonik BrahMos II India-Rusia yang dipajang pada DEFEXPO 2016

Rudal Tsirkon

Sumber dalam industri pertahanan Rusia mengatakan kepada TASS sebelumnya, rudal Tsirkon dapat diluncurkan dengan bantuan platform kapal universal melalui peluncur ZS-14 yang juga digunakan untuk rudal Kalibr dan Oniks. Platform ini tepatnya dipasang pada korvet Proyek 20380 dan fregat Proyek 22350.

Menurut data publik, Tsirkon memiliki jangkauan tembak sekitar 400 km dan kecepatan maksimumnya pada kisaran 4-6 Mach.

Sumber dalam industri pertahanan Rusia lainnya mengatakan kepada TASS, bahwa rudal Tsirkon mampu menembus kecepatan 8 Mach selama uji terbang yang dilaksanakan pada bulan April lalu.

Baru-baru ini diumumkan bahwa sistem peluncur vertikal (VLS) UKSK Rusia saat ini akan ditingkatkan menjadi varian UKSK-M. UKSK-M dapat menembakkan rudal operasional maupun rudal perspektif. Izvestia mengatakan bahwa peluncurnya dirancang untuk mengangkut dan menembakkan rudal hipersonik 3M22 dari kompleks 3K22 (berkode Tsirkon).

Tinggalkan komentar