Boeing Akan Sediakan 36 F-15QA Seharga $6,2 Miliar untuk Qatar

Jet tempur F-15 Strike Eagle milik Angkatan Udara AS. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pentagon pada hari Jumat mengumumkan bahwa Boeing telah mendapatkan kontrak senilai $6,2 miliar untuk menjual 36 jet tempur F-15 kepada Qatar, seperti dilansir dari laman Defence World.

Pesawat tersebut akan diproduksi di pabrik Boeing di St. Louis, Missouri dan diharapkan akan dikirimkan kepada Qatar pada akhir 2022.

“Kontrak ini untuk menyediakan penjualan militer asing sebanyak 36 unit pesawat F-15QA baru untuk Angkatan Udara Qatar”, menurut pernyataan Pentagon.

Pengumuman kontrak tersebut kemungkinan akan disambut oleh pemerintah Qatar yang saat ini berada di tengah perselisihan diplomatik dengan sejumlah negara tetangga Teluk, termasuk Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Negara-negara itu menuduh Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantah oleh Doha.

Menurut laman CNN.com, Presiden Donald Trump awalnya tampak mendukung Arab Saudi dalam perselisihan tersebut, dimana pada bulan Juni mengatakan bahwa “sayangnya negara Qatar secara historis merupakan penyandang dana terorisme pada tingkat yang sangat tinggi”.

Namun, Trump tampaknya kemudian berubah dalam beberapa hari kemudian, dan lantas menawarkan untuk membantu semua pihak menyelesaikan perbedaan mereka saat bertelepon dengan Emir Qatar.

“Jika saya dapat membantu menengahi antara Qatar dan khususnya UEA dan Arab Saudi, saya akan bersedia melakukannya”, kata Trump pada bulan September saat tampil di samping Emir Kuwait.

Sekretaris Negara Rex Tillerson melakukan perjalanan ke wilayah tersebut pada bulan Juli dalam upaya untuk menengahi perselisihan di antara sekutu AS namun tidak dapat mencapai pendekatan yang sesuai.

Berbicara tentang perselisihan diplomatik di Washington bulan lalu, menteri luar negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan bahwa Trump “ingin mengakhiri ini,” dan memuji hubungan Qatar dengan AS.

Militer AS mempertahankan kehadiran signifikan di Qatar, menggunakan Pangkalan Udara Al Udeid untuk mengawasi operasi udara di wilayah tersebut, termasuk kampanye udara melawan ISIS dan Taliban.

Sharing

Tinggalkan komentar