Jan 042018
 

Desain fregat Angkatan Laut Filipina merupakan varian dari HDF-3000 buatan Hyundai Heavy Industry, Korea Selatan. Roy Kabanlit via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dengan diumumkannya fase Critical Design Review (CDR) dari proyek fregat masa depan Angkatan Laut Filipina oleh Steering Committee pada bulan Oktober 2017, maka diputuskan untuk terus melangkah maju dengan konfigurasi alternatif dari Hyundai Heavy Industry, bukan konfigurasi asli yang sedang diperjuangkan oleh Angkatan Laut Filipina.

Hal ini memungkinkan bagi Hyundai agar dapat mulai memberikan kontrak untuk memasok subsistem pada fregat baru, dengan sebagian ringkasan di bawah ini:

  • Naval Shield Baseline 2 Integrated Combat Management System dari Hanwha Systems akan digantikan dengan TACTICOS buatan Thales Belanda
  • Ship Management System akan disediakan oleh Servowatch
  • Sharpeye Naval Navigation Radar System akan dipasok oleh Kelvin Hughes
  • PASEO NS naval Electro-Optical Tracking System dari Safran akan digantikan oleh SAQ-560K dari Hanwha Systems
  • Sistem penanggulangan softkill C-Guard dari Terma akan digantikan Wallop Super Barricade
  • Peluncur torpedo ringan akan dipasok oleh Systems Engineering & Assessment Ltd sesuai konfigurasi asli
  • RWS Smash 30mm buatan Aselsan akan menggantikan dengan Seahawk buatan MSI Defence
  • Sistem propulsi dan generator utama akan dipasok STX Engine, menggantika MTU

Karena Hyundai Heavy Industries telah mulai memberikan kontrak kepada para pemasok subsistem, mungkin juga konfigurasi alternatif lainnya sesuai dengan daftar yang diajukan Hyundai, yakni:

  • 3D Air/Surface Search Radar – ini agak membingungkan karena Hyundai menyebutnya sebagai “Hensoldt TRS-3D AESA” menggantikan radar NS106 Thales Belanda. Sejauh ini, TRS-3D dari Hensoldt bukanlah sistem radar AESA, walaupun generasi berikutnya TRS-4D adalah sistem AESA. Berdasarkan sumber Max Defense, Angkatan Laut Filipina menganggap tawaran tersebut dibawah kemampuan TRS-3D meskipun tidak ada varian spesifik yang diindikasikan oleh Hyundai saat menyerahkan konfigurasi alternatif itu
  • Fire Control Radar menggunakan NA-25X FCR buatan Leonardo (Selex) akan menggantikan STIR 1.2 EO Mk2 buatan Thales Belanda
  • Electronic Support Measures menggunakan Elisra NS9300A buatan Elbit, akan menggantikan Vigile 100 Mk2 buatan Thales
  • Identification Friend or Foe menggunakan MSSR 20001 buatanAirbus, akan menggantikan TBSB 2525 buatan Thales
  • Sonar lambung Model 997 buatan Harris (dahulu Exelis) akan menggantikan Underwater Systems Bluewatcher buatan Thales
  • Tactical Data Link akan menggunakan Link K buatan Hanwa Systems, menggantikan Link Y Mk2 buatan Thales
  • Senjata utama tetap dipertahanan sesuai konfigurasi asli yakni menggunkan Oto Melara 76 mm buatan Leonardo
  • Sistem rudal anti kapal akan menggunakan LIGNex1 SSM-700K C-Star
  • Sistem rudal pertahanan udara akan menggunakan MBDA Simbad-RC dengan rudal Mistral

Daftar tersebut akan memungkinkan setiap orang melihat apakah subsistem dalam Konfirmasi Alternatif memenuhi spesifikasi teknis fregat Filipina, walaupun sebagian telah sesuai dengan spesifikasi namun sebagian lainnya lebih rendah dari sistem yang akan mereka gantikan.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Max Defense Filipina.

Bagikan: