AS Setujui Penjualan 34 Jet Tempur F-35 ke Belgia

Formasi jet tempur siluman F-35A Angkatan Udara AS. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Departemen Luar Negeri AS, telah mengambil keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Belgia atas 34 pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter (JSF) dengan estimasi biaya sebesar US $ 6,53 miliar. Sebagaimana dilansir dari laman DSCA. (18/1/2018)

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan atau Defense Security Cooperation Agency (DSCA) telah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan dan memberitahukan Kongres tentang kemungkinan penjualan tersebut hari ini.

Pemerintah Belgia telah meminta untuk membeli:

  • 34 jet tempur F-35 varian Conventional Take Off and Landing (CTOL)
  • 38 mesin Pratt & Whitney F-135 (34 terpasang, 4 suku cadang)
  • Sistem Peperangan Elektronika (Pernika)
  • Komando, Kontrol, Komunikasi, Komputer dan Intelijen/Komunikasi, Navigasi dan Identifikasi (C4I/CNI)
  • Sistem Autonomic Logistics Global Support (ALGS)
  • Sistem Informasi Logistik Otonom (ALIS)
  • Full Mission Trainer
  • Kemampuan Penyebaran Senjata, Fitur dan Subsistem lainnya
  • Flare unik infra merah untuk F-35
  • Pusat pemrograman ulang
  • Logistik Berbasis Kinerja F-35
  • Pengembangan perangkat lunak/integrasi
  • Peralatan pendukung
  • Peralatan komunikasi
  • Termasuk dokumentasi dan pelatihan personil serta peralatan pelatihan

Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan sekutu dan juga negara mitra yang telah dan terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan ekonomi di Eropa Barat.

Penjualan F-35 yang diusulkan ini akan memberi Belgia kemampuan pertahanan yang kredibel untuk mencegah agresi di wilayah ini dan memastikan interoperabilitas dengan pasukan AS. Penjualan yang diusulkan tersebut akan menambah persediaan pesawat operasional Belgia dan meningkatkan kemampuan pertahanan udara ke udara dan udara ke darat.

Kontraktor utama adalah Lockheed Martin Aeronautics Company dan Pratt & Whitney Military Engines. Semua offset tersebut didefinisikan dalam negosiasi antara pembeli dan kontraktor.

Lampiran – DSCA

Sharing

Tinggalkan komentar