Marinir AS Kebanyakan Jet Tempur F/A-18 Hornet

Jet tempur siluman F-35 Lighning II dikawal oleh dua jet tempur F/A-18 Hornet milik Korps Marinir AS. © US Marine Corps

Marinir AS Kebanyakan Jet Tempur F/A-18 Hornet 1

JakartaGreater.com – Komandan Korps Marinir Amerika Serikat bermaksud pensiunkan jet tempur F/A-18 Hornet lebih cepat pada saat F-35 bergabung dengan Korps, seperti dilansir dari laman Defense One.

Aviation merupakan masalah “kesiapan tempur” terbesar bagi Korps Marinir AS, namun pemerintah tidak memberi mereka lebih banyak pesawat untuk diperbaiki. “Sebenarnya, saat ini, kita memiliki terlalu banyak F/A-18 Hornet, terlalu banyak pesawat terbang”, kata Jenderal Robert Neller.

“Masalah kita saat ini bukanlah jumlah pesawat terbang, melainkan pesawat yang bisa kita terbangkan”, kata komandan Korps Marinir AS di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, DC.

Itu terutama berlaku untuk pesawat Hornet yang bermasalah, sebagai pesawat militer yang paling terpukul setelah satu dekade digunakan di langit Irak dan Afghanistan.

“Kita perlu menyingkirkan mereka karena kita tidak punya waktu untuk memperbaikinya”, kata Neller.

Tahun lalu, jenderal bintang tiga yang bertanggung jawab atas penerbangan Marinir AS mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia akan menghemat US$ 1 miliar untuk biaya operasional jika mereka bisa memensiunkan jet tempur tua lebih cepat dari yang direncanakan dan menggantinya dengan pesawat tempur baru F-35 Lightning II.

Ada banyak F/A-18 Hornet yang lebih baik berada di hanggar, untuk menyumbangkan suku cadang mereka guna membantu memperbaiki rekan-rekan mereka, menurut sang komandan.

“Kita punya banyak pesawat terbang. Pada titik tertentu, kita punya lebih banyak pesawat daripada yang kita butuhkan. Jadi seharusnya ada proses, apakah kita membuang mereka dari daftar dan menempatkan mereka di kuburan atau mengirimkan mereka ke penampungan atau semacamnya, yang kemudian bisa memberi kita beberapa keuntungan”, kata Neller.

Saat ini, Korps Marinir AS berencana untuk mengganti pesawat tempur Hornet, EA-6B Prowler dan AV-8B Harrier dengan 353 unit F-35B dan 67 unit F-35C.

Mereka mulai mengerahkan skuadron pertama dari F-35 ke Jepang tahun lalu. Tahun 2018, jet tempur F-35 bisa mendapatkan rasa pertempuran pertamanya saat Marinir mengirimkannya ke Komando Pusat AS.

“Itu semua bagian dari rencana penerbang angkatan laut. Kapan pun saat Anda membeli pesawat terbang baru, tentang pesawat tua itu, Anda harus melakukan sesuatu dengan mereka, memarkir mereka ataupun menjualnya keluar negeri”, kata Neller.

Leave a Reply