Benarkah Rusia Sebarkan Jet Su-57 ke Suriah?

Jet tempur siluman Su-57 Angkatan Udara Rusia. © Anna Zvereva via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Gambar dan rekaman video yang belum terverifikasi telah mulai beredar di media sosial yang menunjukkan sepasang jet tempur siluman Su-57 Rusia, yang juga dikenal sebagai PAK FA dan T-50, menyentuh pangkalan udara Khmeimim di provinsi Latakia, Suriah.

Kremlin telah menggunakan konflik di Suriah sebagai alasan menunjukkan persenjataan terbaru dan canggih dan bahkan jika video tersebut ternyata tidak beroperasi di Suriah, mungkin hanya masalah waktu sebelum pesawat itu benar-benar mendarat di negara tersebut.

Pada salah satu video klip yang pertama kali muncul secara online tanggal 21 Februari 2018, sebuah jet tempur Su-35 Flanker-E yang telah dikirim oleh Rusia ke Suriah, juga terlihat terbang di dekatnya.

Laporan tambahan yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa jet tempur Su-57 itu merupakan bagian dari kelompok pesawat Rusia yang lebih besar yang tiba di negara tersebut, termasuk empat jet tempur Su-35, empat jet tempur Su-25 Frogfoot, serta pesawat peringatan dini A-50U Mainstay yang sebelumnya telah dikirim ke Suriah.

Namun, ini akan menjadi penempatan besar bagi Rusia, setelah Presiden Vladimir Putin mengklaim kemenangan total atas teroris di negara itu selama kunjungannya di bulan Desember 2017.

Tidak jelas apa yang mungkin mendorong penyebaran jet tempur siluman, yang masih dalam tahap pengembangan tersebut. Pada bulan Januari 2018, Rusia telah menerima kurang dari selusin purwarupa pra-produksi.

Penampilan pesawat siluman di Suriah menyusul tertembaknya pesawat tempur Su-25 Frogfoot Rusia oleh tembakan rudal anti-pesawat dari pemberontak Suriah di provinsi Idlib pada bulan Februari 2018, dan juga serangan massal drone yang belum pernah terjadi sebelumnya di pos terdepan Khmeimim dan fasilitas angkatan laut Rusia di kota pelabuhan Tartus, Suriah.

Penyebaran jet tempur siluman Su-57 ini juga terjadi setelah sejumlah interaksi agresif antara pesawat taktis Rusia dan pesawat siluman F-22 Raptor AS yang kian meningkat di Suriah Timur.

Jika pihak Kremlin telah mengirimkan Su-57 ke Syria, hal itu bisa semakin memperumit situasi disana karena para pilot Amerika Serikat tak memiliki pengalaman aktual, di luar penilaian intelijen dan kemungkinan simulasi, mengenai bagaimana jet tempur Rusia itu muncul di sensor mereka dan pada jarak berapa, apa sebenarnya kemampuan tempur dari jet tersebut dan ancaman apa yang mungkin mereka hadapi.

Di saat yang sama, tentu saja, hal itu bisa memberikan kesempatan bagus kepada AS untuk mengumpulkan informasi baru tentang jet tempur siluman Rusia, dan terutama bergantung pada sensor yang mereka aktifkan atau jika mereka telah terbang dalam konfigurasi penuh yang dapat diamati selama misi berlangsung.