Modernisasi Angkatan Laut Indonesia Terus Berlanjut

Peluncuran KCR-60M KRI Kerambit-627, Surabaya, 27/2/2018.

JakartaGreater.com – Pada hari Selasa, Indonesia secara resmi meluncurkan kapal yang keempat dalam seri Kapal Cepat Rudal (KCR) buatan lokal. Acara yang di jadwalkan itu menandai kemajuan Indonesia dalam upaya membangun kapabilitasnya, dan sekaligus mengisi kesenjangan secara signifikan.

Indonesia telah lama berkecimpung dalam upaya memperkuat kemampuan maritim akan realita yang menyita perhatian sehingga dibutuhkan lebih banyak kapal dan juga pesawat untuk memantau sepenuhnya garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Jakarta juga ingin meningkatkan industri pertahanan dalam negeri yang kian tumbuh dan juga membangun kemampuannya, yang menimbulkan banyak tantangan.

PT PAL, perusahaan pembuat kapal milik negara di Indonesia telah menjadi bagian dari upaya tersebut, terlepas dari berbagai tantangan yang terus dihadapi hingga kini. Pada tahun 2018, PT PAL mengerjakan pesanan untuk militer Indonesia, selain untuk ekspor, diharapkan mencakup konstruksi kapal kapal selam, platform pendarat dan juga empat kapal cepat rudal KCR-60 tambahan, selain permintaan perbaikan dan pemeliharaan rutin lainnya.

Pada tanggal 27 Februari 2018, PT PAL meluncurkan kapal KCR-60M keempat pesanan TNI Angkatan Laut Indonesia. Kapal yang dikenal sebagai KRI Kerambit dengan nomor lambung 627 itu diresmikan di fasilitas PT PAL di Surabaya, sekitar setahun setelah baja untuk platform tersebut dipotong.

Kapal tersebut tidak diragukan lagi menandai kemajuan bagi militer Indonesia dan juga PT PAL. Seperti yang telah dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP., KCR-60M merupakan dorongan bagi kemampuan negara karena kecepatan serta mematikan, membuat kapal tersebut berguna dalam berbagai fungsi, termasuk untuk peperangan mempertahankan nusantara.

Laksamana TNI Ade Supandi menambahkan, bahwa Indonesia membutuhkan minimal 20 kapal lagi pada tahun 2024,  untuk memperkuat TNI Angkatan Laut sesuai dengan target Minimum Essential Force (MEF).

Tulisan lengkap dari artikel diatas dapat dilihat pada situs The Diplomat.

Tinggalkan komentar