Fregat Modern Filipina Adalah Platform Anti Udara

Citra komputer fregat Angkatan Laut Filipina. © HHI Korea Selatan

JakartaGreater.com – Setelah selesai dibangun dan dikirim, sepenuhnya berfungsi pada tahun 2020, dua kapal perang rudal yang dibeli dari Hyundai Heavy Industries (HHI), akan berfungsi sebagai platform rudal anti-udara pertama Angkatan Laut Filipina.

Ini sebagai tanggapan dari Komandan Angkatan Laut Filipina, Laksamana Muda Robert Empedrad saat ditanya apakah PN (Philippine Navy) memiliki “kemampuan anti-akses atau area” saat dengar pendapat dengan Senat mengenai Proyek Akuisisi Frigate (FAP) pekan lalu, seperti dilansir dari laman Kantor Berita Filipina.

“Dalam inventaris PN saat ini, kita tak punya kemampuan untuk melakukan penyangkalan udara. Kita tidak punya kemampuan rudal anti-udara yang bisa menembak pesawat yang masuk. Kecuali fregat baru kita pesan, ini akan menjadi yang pertama kalinya bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukan penyangkalan udara”, tambahnya.

Fregat yang saat ini sedang dibangun oleh HHI, akan dipersenjatai dengan senjata yang mampu menetralkan ancaman permukaan, sub-permukaan dan ancaman udara selain memiliki kemampuan peperangan elektronika.

Desain fregat Angkatan Laut Filipina merupakan varian dari HDF-3000 buatan Hyundai Heavy Industry, Korea Selatan. © Roy Kabanlit via Wikimedia Commons

Kedua fregat yang disebutkan diatas dibeli Filipina dari Hyundai Heavy Industry, Korea Selatan seharga 18 miliar Peso atau sekitar $ 347,4 juta, dan sudah termasuk amunisi dan sistem persenjataan lengkap.

Dalam dengar pendapat Proyek Akuisisi Frigate (FAP) tersebut, isu tentang merek dari sistem manajemen tempur yang akan dipasang juga termasuk dalam pembahasan.