Tawarkan Patriot, AS Desak Turki Batalkan S-400

Sistem Patriot MIM 104
Sistem rudal patriot MIM-104 selama training pengerahan Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di Iwakuni, Jepang. © USMC via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah memulai lobi dengan tekanan tingginya dan upaya memutar-senjata untuk memaksa Turki meninggalkan pembelian sistem rudal pertahanan S-400 dengan Rusia dan sebagai gantinya diizinkan membeli sistem Patriot buatan AS, seperti dilansir dari laman Sabah.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan politik-militer Tina Kaidanow diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Turki pekan depan untuk merubah keputusan Ankara agar mengakuisisi sistem pertahanan rudal Patriot buatas AS.

Kunjungan tersebut muncul pada saat sebuah grup Senator AS yang menulis kepada Departemen Luar Negeri AS dan menuntut sanksi terhadap Rusia dan Turki apabila mereka melanjutkan kesepakatan S-400.

Tindakan tersebut dituntut sesuai dengan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), sebuah rancangan undang-undang kontroversial yang telah ditandatangani oleh Presiden Trump baru-baru ini menjadi undang-undang.

Menurut sumber tersebut, pemerintahan Trump memiliki harapan yang tinggi dalam kunjungan Kaidanow, dimana Washington melihat penjualan senjata sebagai sebuah komponen dari kebijakan luar negerinya.

Rusia dan Turki telah mencapai kesepakatan senilai $ 2,5 miliar untuk penjualan S-400 pada tahun 2017, dengan pengiriman pertama diharapkan pada akhir 2019.

Pejabat NATO mengklaim bahwa sistem S-400 tidak kompatibel dengan pertahanan udara aliansi yang ada. Ankara, bagaimanapun, telah membantah hal tersebut dengan menunjuk S-400 nantinya akan sama seperti S-300 Yunani, yang dibeli Athena pada tahun 1999.

Leave a Comment