China Jual Teknologi Rudal Canggih ke Pakistan

Rudal balistik antar-benua mobile, Dongfeng-41 (DF-41, CSS-X-10) © USS Defense News Youtube

JakartaGreater.com – Akademi Sains Cina atau Chinese Academy of Sciences baru-baru ini mengumumkan telah menjual teknologi pelacak rudal balistik kepada Pakistan, seperti dilansir dari laman South China Morning Post.

Peralatan ini disebut-sebut sebagai sistem pemantau optik canggih yang mampu untuk mengumpulkan data yang berguna dan mengumpulkan wawasan yang jauh lebih baik ke dalam uji coba rudal balistik.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan pekan lalu bahwa peralatan tersebut akan mampu mempercepat pengembangan rudal balistik multi-hulu ledak Islamabad.

The Diplomat secara khusus menyebut peralatan itu termasuk kamera yang mampu melacak beberapa hulu ledak secara bersamaan, akan sangat membantu untuk rudal berkemampuan MIRV pertama Pakistan. Multiple Independently targetable Reentry Vehicle (MIRV) baru-baru ini diuji-coba pada rudal DF-41 China yang dapat membawa hingga sepuluh hulu ledak.

Sementara otoritas China baru mengumumkan informasi tentang kesepakatan pekan lalu, tidak jelas kapan transfer teknologi tersebut benar-benar terjadi. Sebagai contoh, kepala Badan Intelijen Pertahanan menyatakan Maret lalu bahwa militer Pakistan telah melakukan uji coba peluncuran perdana rudal balistik Ababeel berkemampuan nuklir, yang mendemonstrasikan muatan MIRV pertama di Asia Selatan.

Menurut sebuah laporan dari Asosiasi Kendali Senjata yang telah diperbaharui bulan ini, menyebutkan Pakistan bukan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir 1968, memiliki senjata nuklir dan saat ini sedang mengejar rudal balistik, rudal jelajah serta sistem pengiriman nuklir berbasis laut yang baru.

Lebih lanjut lagi, Pakistan telah menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir dengan mengembangkan kemampuan nuklir taktis untuk menangkal ancaman militer konvensional yang dirasakan dari India, menurut catatan grup nonproliferasi. Menurut estimasi, Islamabad saat ini memiliki persediaan sekitar 130 hingga 140 hulu ledak nuklir.