China-Rusia Kembangkan Roket Peluncur Drone Pengintai

Rusia BM 30 Smerch Parade

Sistem Peluncur Roket Multi-laras (MLRS) BM-30 Smerch Angkatan Bersenjata Rusia. © Aleksey Toritsyn via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Grup Penelitian dan Produksi Tecmash Concern Rusia kini telah melanjutkan pekerjaan pada desain eksperimental bersama-sama dengan China untuk mengembangkan drone pengintai yang diluncurkan melalui proyektil dari sistem roket multi-laras BM-30 Smerch, tutur Wakil CEO Tecmash Alexander Kochkin di ArmHiTec 2018 di hari Jumat, seperti dilansir dari laman TASS.

Sebagaimana dilaporkan oleh Asosiasi Riset dan Produksi Splav yang merupakan anak perusahaan Tecmash pada bulan Februari 2017, perusahaan telah mengembangkan sebuah proyek atas inisiatif sendiri untuk menciptakan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) yang diluncurkan dari dalam proyektil MLRS BM-30 Smerch.

Drone tersebut dirancang untuk mengintai sasaran dan dapat melayang di ketinggian 500 meter selama 20 menit. Splav mengatakan bahwa pada saat itu diharapkan calon pelanggan untuk segera menunjukkan minat dalam proyek tersebut.

“Meski saat ini pihak Kementerian Pertahanan Rusia belum menunjukkan minat pada proyek tersebut, namun ternyata China mulai tertarik”, kata Kochkin.

Kochkin menambahkan bahwa pekerjaan desain eksperimental bersama dengan pihak China saat ini sedang berlangsung. Kerjasama dengan China tersebut telah disepakati oleh Kementerian Pertahanan Rusia dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, tambahnya.

BM-30 Smerch adalah sistem peluncuran roket multi-laras 300 mm yang telah lama dikembangkan sejak era Uni Soviet. MLRS ini telah beroperasi sejak 1987 dana memiliki jangkauan tembak antara 20 – 120 km. Sementara itu proyektil untuk roket pembawa pesawat terbang tanpa awak memiliki jangkauan 90 km.

Leave a Reply