Ilmuwan Inggris Tak Bisa Buktikan Racun Novichok dari Rusia

lustrasi racun syaraf novichok. © Jynto and Ben Mills via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kepala Pusat Riset Militer Inggris di Porton Down mengatakan bahwa para ahli tidak dapat mengidentifikasi sumber yang tepat dari agen saraf yang digunakan dalam meracuni mantan agen ganda Rusia, seperti dilansir dari laman situs Sputnik News.

Gary Aitkenhead, CEO dari Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan (DSTL) yang berada di Porton Down, Inggris mengatakan bahwa mereka tidak dapat membuktikan kandungan A-234, yang diduga telah dipakai untuk meracuni Skripal, dibuat di Rusia, menurut penyiar Sky News.

“Kami memang dapat mengidentifikasi itu sebagai Novichok, dan mengidentifikasi bahwa itu adalah racun saraf grade militer. Kami belum mengidentifikasi sumber yang tepat, tetapi kami telah memberikan info ilmiah itu kepada pemerintah yang kemudian menggunakan sejumlah sumber lain untuk mengumpulkan kesimpulan seperti yang Anda dengar”, katanya.

Namun, Aitkenhead menegaskan bahwa racun saraf itu membutuhkan “metode yang sangat canggih untuk dapat menciptakan, kemampuan yang hanya dimiliki oleh suatu negara”.

Menurutnya, tidak ada obat penawar untuk racun saraf tersebut.

Perbandingan varian racun syaraf Novichok menurut Mirzayanov. © Ain92 via Wikimedia Commons

Namun Kepala Pusat Riset Militer Inggris di Porton Down menolak berkomentar apakah DSTL telah memproduksi atau menyimpan stok racun saraf A-234 dan menolak bahwa racun saraf yang digunakan untuk meracuni Skripal berasal dari Porton Down.

“Tidak mungkin hal seperti itu berasal dari kami atau menyimpannya dalam fasilitas laboratorium kami”, kata Aitkenhead.

Menurut pejabat tersebut, tugas laboratorium adalah untuk “memberikan bukti ilmiah tentang apa jenis racun saraf tersebut”, namun bukan untuk mengatakan di mana itu telah diproduksi.

Hubungan antara Inggris dan Rusia telah semakin memburuk atas serangan agen saraf Salisbury di mana mantan perwira intelijen Rusia, Sergei Skripal serta putrinya sekarat. Pihak Inggris telah menyatakan bahwa zat ini mirip dengan racun saraf kelas-Novichok yang telah dikembangkan oleh Uni Soviet.

Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menuduh Rusia mengatur serangan itu dan juga mengusir 23 diplomat Rusia sebagai hukuman. Sejumlah negara telah mendukung klaim Inggris dan mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia di sejumlah negara.

Namun pihak Rusia membantah semua tuduhan tersebut dan menyarankan untuk bisa berpartisipasi bersama dalam penyelidikan. Namun, permintaan Moskow untuk dapat meneliti sampel racun saraf tersebut diabaikan.

Tinggalkan komentar