Pangkalan Militer Arab Saudi di Hantam Rudal Balistik Yaman

Resimen Artileri Medan ke-321 AS menembakkan Howitzer M198. © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata di Yaman yang bersekutu dengan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh mengklaim bahwa mereka berhasil menembakkan rudal balistik buatan dalam negeri ke pangkalan militer Arab Saudi di perbatasan Asir, barat daya negara itu seperti dilansir dari Sputnik News.

Menurut jaringan televisi Yaman berbahasa Arab, Al-Masirah yang dikutip oleh Press TV, bahwa pasukan Yaman mengklaim telah berhasil menyerang pangkalan militer Al-Jarbah dengan rudal jarak dekat buatan dalam negeri, Badr-1.

Rudal Badr-1 itu ditembakkan sebagai pembalasan atas kampanye militer rezim Saudi terhadap negara yang dilanda krisis itu dan bahwa proyektil itu telah mencapai sasaran yang ditunjuk dengan sangat tepat, hingga menimbulkan kerusakan berat pada kamp, membunuh serta melukai sejumlah tentara Saudi disana.

Perkembangan tersebut terjadi hanya selisih sehari setelah pasukan Yaman dilaporkan menembakkan rudal balistik Qaher M-2 pada pangkalan militer Arab Saudi lainnya di dekat kota perbatasan Jizan, sekitar 600 mil di selatan Riyadh.

Sebelumnya pada hari Senin, Human Rights Watch mengatakan dalam siaran persnya bahwa pasukan Houthi melanggar hukum perang “dengan meluncurkan rudal balistik tanpa pandang bulu di daerah berpenduduk di Arab Saudi pada 25 Maret 2018”, tapi juga mengutuk pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang “tanpa pandang bulu” telah menyerang warga sipil di Yaman.

“Sama seperti serangan udara koalisi yang tidak sah secara membabi buta kepada Houthi, Saudi tidak boleh menggunakan serangan roket Houthi untuk menghambat penyaluran barang-barang yang dibutuhkan untuk menyelamatkan penduduk sipil Yaman”, menrut Direktur Human Rights Watch untuk Timur Tengah, Sarah Leah Whitson.

Yaman telah dilanda konflik kekerasan antara pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dan pemberontak Houthi di utara negara itu, juga dikenal sebagai Ansar Allah.

Sejak Maret 2015, pasukan koalisi yang dipimpin Saudi sebagian besar negara-negara Teluk Persia telah melakukan serangan udara terhadap Houthis atas permintaan Hadi.

Jutaan orang Yaman masih membutuhkan bantuan kemanusiaan segera, menurut PBB. Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman pada 25 Maret mengumumkan bahwa perang yang dipimpin Saudi telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas atau cedera dalam tiga tahun terakhir.

Sharing

Tinggalkan komentar