AS Berniat Serang Suriah, Trump Ingatkan Rusia Bersiap

Presiden AS Donald J. Trump © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan pada hari Rabu bahwa serangan udara terhadap Suriah sudah semakin dekat setelah diplomat Rusia berjanji bahwa setiap rudal AS akan ditembak jatuh dan lokasi peluncuran rudal-rudal itu akan dihancurkan.

Menanggapi hal tersebut, Trump dalam akun twitternya menulis: “Rusia berjanji akan menebak setiap rudal yang diluncurkan ke Suriah. Bersiap-siaplah Rusia, karena mereka akan datang, rudal bagus, baru dan pintar. Kalian seharusnya jangan bermitra dengan “binatang pembunuh” yang menikmati membunuh warganya dengan gas beracun”.

Komentarnya muncul setelah serangan kimia yang dituduhkan pada daerah kantong pemberontak di dekat Damaskus selama akhir pekan, dan itu setelah Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, memperingatkan bahwa aset militer Amerika akan menjadi target bila melakukan serangan terhadap Suriah.

 

“Jika ada serangan oleh Amerika, maka kita mengacu pada pernyataan Presiden Putin dan kepala staf bahwa rudal akan jatuh dan bahkan sumber dari mana misil-misil itu ditembakkan”, kata Zasypkin.

Militer Rusia pada hari Rabu, 11 April mengumumkan bahwa pihaknya telah mengirim pasukan untuk mengamankan Douma, dimana terdapat puluhan orang tewas di hari Sabtu dalam serangan yang dicurigai menggunakan gas beracun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga mengatakan kepada NBC News bahwa “ada orang Rusia yang hadir dalam jumlah besar di Suriah, dan Rusia akan melakukan segalanya untuk melindungi rakyatnya di tanah Suriah”.

 

“Rudal cerdas harusnya ditujukan kepada teroris, bukan pada pemerintah yang sah yang memerangi terorisme internasional di wilayahnya”, tulis Zakharova dalam akun facebooknya, menanggapi cuitan Trump di twitter.

Zakharova mempetanyakan apakah Amerika Serikat sedang berusaha menyabot hasil investigasi atas dugaan serangan gas beracun tersebut.

“Apakah itu rencana yang sebenarnya dengan menutupi semua bukti dari serangan buatan tersebut, menggunakan serangan rudal cerdas, sehingga inspektur internasional tidak memiliki bukti untuk dicari?”, tambahnya.

Donald Trump dilaporkan telah membatalkan kunjungan resmi pertamanya ke Amerika Latin, serta mengirimkan wakil presiden Mike Pence menggantikannya. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS James Mattis juga membatalkan rencana perjalanan.

Tinggalkan komentar