Pesan S-400 dari Rusia, F-35 Turki Jadi Taruhan

Formasi pesawat tempur siluman F-35A milik Angkatan Udara AS. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Seorang diplomat senior AS mengancam akan menggunakan jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin sebagai alat pembalasan terhadap Turki karena mengakuisisi sistem pertahanan udara canggih dari Rusia.

Seperti dilansir dari laman Flight Global, pidato Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Eropa dan Eurasia Wess Mitchell saat dengar pendapat di Kongres tanggal 18 April telah meningkatkan konfrontasi yang mendidih dengan sekutu NATO dan mitra tempur melawan ISIS, yang mana telah setuju untuk mengakuisisi sistem S-400 Triumf buatan Almaz-Antey, Rusia, bahkan disaat yang sama Turki juga berencana untuk menerima kiriman F-35A pertamanya akhir tahun ini.

Terlepas dari serangkaian pernyataan ambigu yang berasal dari pemerintahan Trump, kesaksian Mitchell menjadi sebuah ancaman khusus terhadap potensi pembalasan jika pemerintah Turki berlanjut untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara S-400.

“Ankara mengklaim telah setuju untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia, yang berpotensi menyebabkan sanksi di bawah CAATSA seksi 231 serta berdampak buruk terhadap partisipasi Turki dalam program F-35”, tutur Mitchell.

S-400 adalah sistem rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia yang paling canggih di pasar ekspor. Sistem ini telah diiklankan sebagai “anti-siluman” pada jarak hingga 150 kilometer.

Di masa lalu, para pejabat AS telah mengeluh bahwa sistem S-400 Turki tidak akan bisa dioperasikan dengan jaringan pertahanan udara NATO. Namun akuisisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bahwa kepemilikan Turki atas S-400 dan juga F-35 pada akhirnya dapat membahayakan, dimana Rusia dan sekutu-sekutunya bisa memperoleh intelijen yang tak ternilai.

Tidak dijelaskan secara khusus bagaimana peran Turki dalam program jet tempur F-35 ini dapat terpengaruh, tetapi pemerintahan Trump memiliki beberapa peralatan yang dapat digunakan.

Turki telah bergabung dengan program F-35 pada tahun 2002 sebagai mitra tingkat 3, berinvestasi sebesar $ 195 juta dalam fase pengembangan sistem dan demonstrasi.

Turkish Aerospace Industries (TAI) sangat terlibat dalam rantai pasokan varian F-35A, memasok komponen-komponen komposit sejak 2008. TAI juga merupakan sumber sekunder Northrop Grumman untuk centre fuselge, dengan perjanjian jangka panjang memasok 400 kompleks rakitan kepada Lockheed selama masa program.

Angkatan Udara Turki, berencana untuk mengakuisisi sebanyak 100 unit F-35A. Batch pertama telah membeli 14 unit, pengiriman dijadwalkan akan dimulai akhir tahun ini. Sebanyak 30 unit F-35A dijadwalkan akan dikirimkan ke Angkatan Udara Turki (TuAF) pada akhir 2022.

Sharing

Tinggalkan komentar