Rusia Tampilkan Rudal Jelajah yang Ditembak di Suriah

Serpihan rudal jelajah Storm Shadow/SCALP yang di tembak jatuh pertahanan udara Suriah. © Russian MoD

JakartaGreater.com – Upaya kedua untuk membuktikan keraguan terhadap keefektifan serangan koalisi Barat atas sasaran Suriah pada 14 April, Kementerian Pertahanan Rusia (Russian MoD) menampilkan sisa-sisa rudal jelajah yang berhasil ditembak oleh sistem pertahanan udara Suriah, seperti dilansir dari IHS Jane.

Jenderal Sergei Rudskoy, kepala Direktorat Operasional Pegawai Umum, mengatakan pada briefing di Moskow tanggal 25 April bahwa penilaian Rusia terhadap serangan itu menunjukkan bahwa hanya ada 22 rudal yang mampu mencapai sasaran mereka.

Angka tersebut jauh sedikit dari yang tersirat oleh juru bicara Departemen Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam pengarahan tanggal 16 April, di mana ia mengatakan bahwa 71 dari 103 senjata yang diluncurkan oleh sekutu telah ditembak oleh pertahanan udara Suriah.

Rudskoy mengatakan bahwa Suriah menembak jatuh 66 unit rudal, tetapi mengatakan jumlah rudal yang tidak disebutkan tampaknya telah mengalami malfungsi teknis. Dia mengatakan ini termasuk 2 unit Tomahawk dan rudal jelajah udara yang kemudian di bawa ke Moskow.

Militer AS telah menyatakan bahwa total sebanyak 105 rudal jelajah telah diluncurkan dan semua mencapai target mereka.

Tidak seperti Mayor Jenderal Konashenkov, yang mengatakan sebagian besar senjata diluncurkan terhadap pangkalan udara, Jenderal Rudskoy membenarkan bahwa ketiga situs yang diidentifikasi oleh militer AS sebagai sasarannya terkena namun tidak secara eksplisit mengklaim sekutu yang berusaha menyerang Angkatan Udara Suriah.

Namun, ia menambahkan bahwa analisis Rusia tentang kerusakan yang disebabkan di tiga lokasi tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak dihantam oleh banyak senjata seperti yang diklaim oleh pasukan sekutu.

Sebagai contoh dia mengatakan bahwa 76 rudal yang dikatakan militer AS mengenai Pusat Studi dan Riset Ilmiah Barzah di Damaskus akan membawa setidaknya 8,5 ton bahan peledak, tetapi tingkat kerusakan yang sepadan tidak terlihat pada lokasi itu.

Tinggalkan komentar