Indonesia Negosiasikan Ulang Proyek IF-X

Model pesawat tempur KFX Korea Selatan diresmikan pada ADEX 2017 di Seoul. © Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan RI tengah menegosiasikan ulang terkait dengan program kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 yang disebut Korean Fighter Xperiment atau Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X), seperti dilansir dari laman Covesia.com.

“Negosiasi ulang tersebut dilakukan untuk memperjelas keuntungan yang di dapat bagi Indonesia karena program ini menggunakan dana APBN”, kata Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Totok Sugiharto di Kantor Kemhan, Jakarta, pada hari Senin, 30 April.

Negosiasi ulang pengembangan KF-X/IF-X tersebut juga dilakukan lantaran Indonesia hanya bisa memproduksi, namun, tidak dapat melakukan penjualan kepada siapa pun.

Menurut Brigjen TNI Totok Sugiharto, MoU di antara kedua negara yang sudah terbina sejak 2012 lalu belum dirasakan menguntungkan, terlebih ada campur tangan negara adikuasa yang membatasi program riset pembuatan pesawat tempur tersebut.

Selain itu, beberapa peralatan yang diperuntukkan bagi IF-X tersebut, tidak diberikan kepada Indonesia. Padahal, untuk transfer teknologi dan semua peralatan yang ada pada IF-X itu bisa dibuat di Indonesia.

“Harus saling menguntungkan antara Korea Selatan dan Indonesia”, katanya.

Dalam program KF-X/IF-X itu, pemerintah Indonesia berkontribusi menyediakan dana sebanyak 20 persen dari total biaya riset. Brigjen TNI Totok Sugiharto memperkirakan pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar $ 1,55 miliar hingga pesawat tempur ini terbang perdana pada tahun 2026.

Desain jet tempur masa depan hasil kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia, KF-X/IF-X. © Aviation

Dengan anggaran yang besar tersebut, Kemhan ingin berhati-hati dan fokus agar ke depannya kebutuhan pesawat tempur tidak tergantung kepada negara lain.

Untuk persiapan kemandirian Indonesia dalam memproduksi pesawat tempur, tambah Brigjen TNI Totok Sugiharto, Pemerintah telah mengucurkan penyertaan modal negara kepada PT DI untuk membangun fasilitas pembuatan pesawat tempur.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim-Chang-beom menyatakan bahwa Korsel dan Indonesia terus melanjutkan pengembangan proyek pesawat tempur generasi 4.5 KF-X/IF-X.

Render komputer jet tempur KF-X Angkatan Udara Korea Selatan dalam pertempuran © Korea Aerospace Industries

Duta Besar Kim dalam sesi wawancara khusus dengan kantor berita Antara di Jakarta, pada hari Kamis, 19 April mengungkapkan bahwa KF-X/IF-X adalah program kerjasama jangka panjang antar pemerintah yang telah berlangsung dengan cukup lancar.

Pemerintah Seoul memiliki hubungan yang dekat dengan Menhan Ryamizard Ryacudu dan terus berkonsultasi dalam pengembangan proyek pesawat tempur KF-X/IF-X yang bisa mengakomodasi kemampuan siluman atau tidak terdeteksi oleh radar.

“Sejauh yang saya tahu, keseluruhan presentasi berjalan dengan baik dan saya belum mendengar adanya keputusan resmi terkait pengunduran diri dari proyek yang sedang berlangsung ini”, kata Kim.