Laporan Media AS Telah Remehkan Su-57 Rusia

Sukhoi T-50, purwarupa jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia. © Alex Beltyukov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Media Amerika Serikat mengklaim bahwa Su-35 adalah pesawat tempur paling kuat dari Angkatan Udara Rusia. Jet tempur ini memiliki kekuatan luar biasa dalam pertempuran udara, kuat dalam serangan darat dan tugas rudal anti-kapal, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Penulis National Interest yakin bahwa jet tempur Su-35 telah lama dikonfirmasi, jadi menghabiskan uang untuk jet tempur Su-57 terbaru “dapat menyebabkan kecurigaan”.

Menurut catatan National Interest bahwa jet tempur Su-57 dikembangkan berdasarkan “sistem yang awalnya dikembangkan untuk Su-35”, dan satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah jubah tembus pandang. Siluman bukanlah andalannya.

Jet tempur Su-57 hampir tidak bisa dianggap sebagai pesawat tempur siluman karena itu setara dengan jet tempur generasi 4+ Su-35S. Meski demikian Rusia telah mencoba mengganti dengan mesin yang lebih kuat, dan ada tanda-tanda bahwa Moskow hampir berhasil.

Mesin ini tidak cukup untuk memungkinkan Su-57 melaju pada kecepatan supersonik dalam mode penerbangan normal. Tipe lain dari mesin tersebut sedang diteliti untuk melengkapi Su-57, tetapi akan tersedia untuk digunakan hanya setelah tahun 2025. Jadi saat ini, Su-57 Rusia hanya setara dengan pesawat tempur Su-35 saja.

Purwarupa jet tempur generasi kelima Sukhoi T-50 PAK FA alias Su-57 dalam MAKS Air Show 2013. © Pawel Maryanov via Wikimedia Commons

Menurut media AS, tidak hanya lemahnya kemampuan manuver, meski Su-57 Rusia memiliki kemampuan stealth terbaik di dunia, kemampuan sebenarnya dari pejuang ini masih menjadi pertanyaan besar dan belum terbukti, stealth adalah salah satu kendala terbesar, yang mempengaruhi identifikasi Su-57 Rusia.

Area radar cross section (RCS) Su-57 Rusia adalah sekitar 0,01 meter persegi, sedang India mengklaim bahwa itu 0,3 meter persegi. Sementara RCS F-22 AS diperkirakan hanya 0,0001 meter persegi dan F-35 sekitar 0,001 meter persegi.

Tidak hanya itu, berdasarkan penelitiannya, pakar Alex Lockie kepada Business Insider mengatakan bahwa Su-57 Rusia juga membatasi kemampuan siluman ketika membawa senjata. Dalam kasus Kh-35UEM dan rudal supersonik BrahMos-A, persenjataan Su-57 yang paling kuat berukuran besar sehingga mereka tidak dapat dimasukkan ke dalam weapon bay dan terpaksa digantung pada sayap.

Dan jika dipasang pada pengait eksternal, itu akan sangat meningkatkan RCS pesawat, sehingga Su-57 menjadi tidak siluman. Di pameran udara Singapura 2016, perwakilan Lockheed Martin mengatakan bahwa Su-57 tidak dapat menjadi bagian dari jet tempur generasi kelima, karena ini tidak memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk membawa perbedaan dari pesawat yang lebih tua.

Meskipun banyak pakar AS menganalisis kualitas buruk Su-57 dibandingkan dengan pesawat siluman buatan AS, tapi menurut pernyataan Sergei Bogdan:

“Su-57 bukanlah jet tempur generasi kelima, jika generasi ke-5 adalah untuk pesawat tempur siluman F-22 AS, maka Su-57 Rusia adalah generasi ke-5+. Desain pesawat Sukhoi dan Lockheed Martin sangatlah berbeda”.

F-22 adalah pesawat yang sempurna, tetapi apabila dibandingkan dengan Sukhoi Su-57 Rusia, maka itu sudah ketinggalan jaman. F-22 tidak dilengkapi dengan teknologi baru seperti Su-57, kata pilot Rusia, dan menambahkan bahwa jet tempur generasi kelima Rusia lebih tangguh dan lebih kompetitif daripada F-22 AS.