Setelah S-400 Turki Buka Opsi Beli Pesawat Gen 5 Rusia

Jet tempur T-50 Rusia. (photo: UAC Russia – @UAC_Russia_eng)

Moskow – Jakartagreater.com, Turki tertarik untuk membeli perangkat keras militer lainnya dari Rusia di samping sistem pertahanan Rudal udara S-400 dan sedang mengadakan perundingan tentang masalah teknis lainnya, ujar Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Turki Ismail Demir mengatakan dalam sebuah wawancara dengan TGRT TV Channel pada hari Rabu, 13-6-2018, dirilis situs TASS.

“Sekarang negosiasi kami dengan Rusia tidak terbatas hanya pada isu S-400 dan dialog tentang tema teknis lainnya sedang berlangsung,” katanya, sehingga menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan bagi Turki untuk membeli Jet tempur generasi kelima (Gen 5) tidak hanya dari Amerika Serikat (pesawat F-35) tetapi juga dari negara lain, termasuk Rusia (pesawat Su-57).

“Saya tidak akan menyebutkan model pesawat tertentu tetapi saya dapat mengatakan bahwa negosiasi dengan mitra lain tentang masalah teknis ini sedang dilakukan,” kata Demir. Seperti yang dia tunjukkan, dialog dengan Rusia “sedang berlangsung di berbagai masalah di berbagai bidang dan bidang, pada produksi bersama dan kerjasama” dalam industri pertahanan.

Dilaporkan pada bulan November 2016 bahwa Turki sedang dalam pembicaraan dengan Rusia untuk membeli sistem Rudal pertahanan udara S-400. Penandatanganan kontrak itu dikonfirmasi oleh pihak Rusia pada 12 September 2017 dan Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan pada saat itu bahwa Turki telah melakukan pembayaran uang muka berdasarkan kontrak.

Jet tempur T-50 Rusia. (photo: UAC Russia – @UAC_Russia_eng)

Turki menjadi pembeli asing kedua dari sistem S-400 setelah China dan negara anggota NATO pertama yang mendapatkan sistem Rudal permukaan-ke-udara dari Rusia.

Jangka waktu yang berbeda dari pengiriman S-400 ke Turki disebutkan sebelumnya. Pada Maret 2018, ajudan presiden Rusia untuk kerja sama militer dan teknis, Vladimir Kozhin mengatakan bahwa Rusia berencana untuk menyerahkan sistem Rudal S-400 ke Turki pada awal tahun 2020.

Pada bulan Februari 2018, Kepala perusahaan teknologi tinggi negara Rusia, Rostec Sergei Chemezov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post bahwa sistem akan diserahkan kepada pelanggan pada tahun 2019 tetapi tidak menentukan tanggalnya.

S-400 Triumf adalah sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh dan menengah Rusia yang ditujukan untuk menyerang dan mengintai pesawat, termasuk pesawat siluman, dan target udara lainnya. S-400 dapat terlibat hingga 80 target pada suatu waktu pada jarak 400 km dan ketinggian 30 km.