F-16V Bahrain Segera Diproduksi Lockheed Martin

JakartaGreater.com – Raksasa Pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin Corp, telah mendapatkan kontrak senilai $ 1,1 miliar dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, untuk pengadaan 16 unit jet tempur F-16V pesanan Angkatan Udara Bahrain, seperti dilansir dari laman Departemen Pertahanan AS. (22/6/2018)

Lockheed Martin Aeronautics Co, Fort Worth, yang berbasis di Texas dan juga Lockheed Martin, Greenville yang berbasis Carolina Selatan, telah mendapatkan kontrak senilai $ 1,124,545,002 dengan harga tetap untuk produksi jet tempur F-16 pesanan Bahrain.

Kontrak tersebut mengatur produksi sebanyak 16 unit pesawat tempur F-16 V Block 70, yang pekerjaannya akan dilakukan di Greenville, Carolina Selatan dan Fort Worth, Texas.

Pekerjaan ini diharapkan akan diselesaikan pada tanggal 30 September 2023. Kontrak ini melibatkan 100 persen penjualan militer asing (FMS) pada Kerajaan Bahrain. Penghargaan ini adalah hasil dari akuisisi dari sumber tunggal.

Dana FMS sebesar $ 551,027,050 akan diberikan pada saat penyerahan kontrak. Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara, Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson, yang berada di Ohio untuk kegiatan kontrak (FA8615-18-C-6058).

Lockheed Martin juga telah dianugerahi kontrak selama lima tahun sebesar $ 86.798,783 untuk pengiriman/kuantitas tak terbatas berdasarkan kontrak FA8553-17-D-0004 untuk memberikan dukungan kepada Angkatan Udara Irak.

Dukungan tersebut akan mencakup dukungan logistik kontraktor, bantuan teknis serta logistik, untuk memasok peralatan pesawat terbang, suku cadang, perbaikan dan juga pelatihan untuk enam pesawat C-130J mereka.

Pekerjaan akan dilakukan di Pangkalan Udara Martir Mohammed Ala, Irak. Dan diharapkan akan selesai pada tanggal 30 Juni 2022. Penjualan militer asing tersebt dalam jumlah $ 16.648.642 akan diberikan pada saat penyerahan kontrak.

Nilai keseluruhan kontrak ditetapkan pada nilai plafon sebesar $ 100.000.000. Perintah kontrak ini adalah hasil dari akuisisi sumber tunggal. Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara, Robins Air Force Base, Georgia adalah pelaksana kegiatan kontrak.