Mi-26 Akan Uji Mesin Baru Pada Tahun 2023

JakartaGreater.com – Helikopter angkut berat buatan Rusia telah direncanakan untuk menggunakan mesin PD-12V, yang akan menggantikan mesin D-136 buatan Ukraina yang diproduksi oleh “Motor Sich”, seperti dilansir dari laman ATO.ru.

Tes penerbangan awal helikopter angkut berat Mi-26 Rusia menggunakan mesin barunya akan dimulai pada tahun 2023. Pengujian tersebut dilaksanakan sebagai langkah untuk memperoleh persetujuan produksi massal dan dijadwalkan hingga tahun 2025, menurut sumber di bidang industri.

Pada bulan Mei tahun ini, CEO Russian Helicopters, Andrei Boginsky mengatakan bahwa tes penerbangan dari Mi-26 yang telah direkayasa ulang akan berlangsung setelah tahun 2022.

Helikopter terbesar didunia yang pernah diproduksi, Mi-26, akan kembali ke militer Rusia dalam jelmaan terbaru tahun depan, seperti dilansir dari laman Russia Beyond.

Mulai tahun 2019, helikopter transportasi militer tersebut akan beroperasi dalam versi modifikasi yang dikenal sebagai Mi-26T2V. Di juluki sebagai “Sapi Terbang” oleh pilot karena kokoh dan berukuran raksasa, Mi-26 dilengkapi dengan lapisan baja baru dan peralatan yang telah diuji selama operasi militer di Suriah.

Daya Mengangkut

Terbang perdana helikopter Mi-26 adalah pada tahun 1977 dan dalam beberapa tahun langsung menjadi helikopter kargo terkuat di dunia. Pesawat ini bisa membawa muatan hingga 20 metrik ton, atau dalam konteks militer, lebih dari 80 pasukan terjun payung bersenjata lengkap, kendaraan lapis baja ringan dan bahkan helikopter lainnya.

Pada tahun 2009 lalu, sebuah helikopter Mi-26 Rusia turut ambil bagian dalam operasi untuk menyelamatkan sebuah helikopter CH-47 Chinook milik AS di Afghanistan.

Itu adalah hari-hari ketika kami bekerja sama dengan NATO di semua masalah utama. Pejuang Taliban menembaki sebuah helikopter Amerika, dan Chinook lainnya tidak bisa mengangkatnya dari medan perang.

“Mereka harus menghubungi tentara Rusia, jadi helikopter yang jatuh itu diangkut oleh helikopter Mi-26 kami, yang membawanya ke pangkalan militer AS terdekat”, menurut Profesor Vadim Kozyulin dari Akademi Sains Militer kepada Russia Beyond.

Empat puluh tahun setelah penerbangan pertamanya, helikopter Mi-26 tersebut masih merupakan helikopter kargo terberat di dunia. Namun, sejak awal kampanye di Suriah, Kementerian Pertahanan Rusia telah menugaskan produsen persenjataan untuk dapat memodernisasi semua pesawat terbang demi merespons tuntutan perang modern.