Radar SMART-L Belanda Melengkapi Pertahanan Rudal Eropa

JakartaGreater.com – Keberadaan rudal balistik di tangan negara-negara musuh adalah salah satu ancaman terbesar saat ini. Sistem pertahanan termasuk rudal, namun radar pendeteksi memliki fungsi yang sama pentingnya, seperti dilansir dari laman Kementerian Pertahanan Belanda.

Sebagai hasilnya, Ballistic Missile Defense Sensor Integration Study (BMD SIS) beberapa waktu yang lalu menunjukkan presentasi yang soal bagaimana radar SMART-L Belanda dapat bekerja bersama dengan sistem pertahanan rudal SM-3 Amerika Serikat.

Serangan rudal telah semakin cepat dan sekarang mampu terbang tinggi diatas atmosfer. Di belakang layar, para peneliti bekerja keras untuk terus mengembangkan radar lebih lanjut. Pada gilirannya, mereka dapat mendeteksi dan melacak rudal dengan jarak yang semakin jauh.

Angkatan Laut Kerajaan Belanda akan segera menggunakan radar SMART-L ELR baru itu di fregat komando dan pertahanan udara (LCF). Sementara itu Angkatan Udaranya juga akan menerima dua sistem ini, menggantikan radar pertahanan udara saat ini di Nieuw Milligen dan Wier.

Studi antara Belanda-AS berfokus pada integrasi radar SMART-L ELR ke dalam arsitektur pertahanan rudal NATO. Kemampuan pencarian, pelacakan dan juga pelaporan ini harus memungkinkan untuk menghancurkan rudal balistik yang masuk di atas atmosfer. Hasil studi sekarang telah dimasukkan ke dalam perangkat lunak LCF Zr.Ms. De Ruyter.

Impresif

Laksamana Tom Druggan dari Badan Pertahanan Rudal (MDA) mempresentasikan laporan tersebut di Kementerian Pertahanan Belanda di Den Haag pada Direktur Rencana, Mayor Jenderal Eric Schevenhoven. Druggan menekankan akan pentingnya kolaborasi ini dan terkesan oleh komitmen teknis internasional.

“Bahkan untuk negara-negara yang terlibat dalam pertahanan rudal di pertahanan rudal balistik maritim yang tinggi ini adalah tantangan teknis utama, tetapi juga kemampuan tempur yang sangat penting”, katanya.

Komandan Fred Douglas adalah salah satu dari mereka yang terlibat dalam Pertahanan mengatakan : “Anda harus melihatnya sebagai peluru yang harus Anda tembak dengan peluru lainnya melalui udara”.

Pemimpin

Belanda adalah pemimpin Eropa dalam bidang teknologi rudal anti-balistik dan juga radar. Peran utama terlihat selama At Sea Demonstration 2015 dan Formidable Shield 2017, ketika fregat komando dan pertahanan udara Belanda (LCF) mampu mendeteksi dan juga melacak rudal balistik dengan radar SMART-L mereka. Dengan informasi penargetan itu, kapal perang Amerika kemudian menghancurkan misil yang masuk.